Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kapasitas UMKM Perlu Ditingkatkan

📅 Senin, 19 Feb 2024, 11:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kapasitas UMKM Perlu Ditingkatkan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pertumbuhan jumlah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Tanah Air harus sebanding dengan peningkatan kapasitasnya. Karena itu, pemerintah harus membuat gebrakan baru agar UMKM bisa naik kelas. Tanpa itu, daya saing UMKM lemah sehingga sulit berekspansi.

Peneliti Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan semakin banyak pelaku usaha menengah menjadi besar seharusnya jumlah UMKM secara angka makin mengecil. "Jadi konsepnya tidak meningkatkan UMKM, tetapi mendorong UMKM naik kelas," tegasnya kepada Koran Jakarta, Minggu (18/2).

Salah satu caranya, menurut Nailul, bisa melalui kebijakan fiskal dengan memberikan berbagai insentif sehingga membuka kesempatan UMKM naik kelas. "Insentif yang perlu dilakukan insentif yang berhubungan dengan pendanaan. Insentif pajak yang sekarang dilakukan tidak optimal. Mereka lebih butuh insentif yang berhubungan dengan modal," ujarnya.

Huda menjelaskan insentif melalui kredit usaha rakyat (KUR) bisa lebih dimasifkan, ditambah lagi insentif permodalan yang diberikan langsung oleh pemerintah. "Namun dengan catatan bagi UMKM yang mau naik kelas, bukan UMKM yang memang stigmanya udah stack jadi pelaku mikro atau kecil," ungkapnya.

Senada, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menilai pemerintah jangan hanya mengutamakan pertumbuhan UMKM. Sebab, saat ini jumlah UMKM sudah banyak, mencapai 64 juta.

"Tetapi yang terpenting adalah peningkatan kapasitas UMKM, kenapa karena UMKM sudah nyata kontribusinya membuka lapangan pekerjaan paling banyak, tetapi UMKM penyumbang pajak terkecil dibandingkan usaha besar," ujarnya.

Sebagian UMKM, kata Esther, merupakan sektor informal yang tidak punya legalitas. Dengan mendorongnya menjadi besar maka UMKM akan mempunyai legalitas dan menyumbang pajak lebih besar.

Terobosan Baru

Sebaiknya Anda baca juga:

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE), Mohammad Faisal, mengatakan Indonesia membutuhkan gebrakan baru terkait kebijakan fiskal untuk mendongkrak pertumbuhan UMKM. "Harusnya ada banyak terobosan yang diberikan dari sisi fiskal untuk mendorong pertumbuhan UMKM," ujar Faisal.

Menurut Faisal, banyak program yang mendorong produktivitas ketimbang jumlah UMKM haruslah ditingkatkan karena memiliki peran dominan membentuk ekonomi Indonesia.

Faisal pun menyayangkan kebijakan yang bersifat kontraproduktif terhadap UMKM, seperti kenaikan pajak terhadap UMKM. Bagi UMKM yang belum sempat tumbuh, kebijakan tersebut justru memberikan beban yang lebih besar. "Ini yang justru malah kontraproduktif terhadap pertumbuhan UMKM," kata Faisal.

Dia menilai perlu adanya pembauran kebijakan lintas kementerian/lembaga. Kalau berbicara mengenai UMKM, kata Faisal melanjutkan, maka tidak cukup hanya berbicara mengenai masalah pembiayaan.

Faisal mengingatkan kebutuhan para pelaku UMKM saat ini adalah kebijakan sektorial yang sifatnya mendampingi UMKM agar bisa naik kelas, serta bisa mempertahankan bisnisnya di platform daring maupun luring.

Dengan demikian, kata Faisal, pemerintah dapat membantu produktivitas mereka. "Termasuk juga kemudahan perizinan, kemudahan dalam perpajakan, dan akses terhadap pasar," kata Faisal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

13 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.