Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina: Kapal Tiongkok Kembali Lakukan Manuver Berbahaya

📅 Senin, 19 Feb 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina: Kapal Tiongkok Kembali Lakukan Manuver Berbahaya Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Insiden di LTS I Sejumlah kapal nelayan antre bahan bakar dari kapal Filipina, BRP Datu Tamblot (kiri), sementara kapal Penjaga Pantai Tiongkok memantau dari kejauhan saat kapal-kapal itu berlayar di Scarborough Shoal, LTS, pada Kamis (15/2) . Pada Sabtu, Filipina menuduh kapal Penjaga Pantai Tiongkok melakukan manuver berbahaya terhadap kapalnya.

MANILA - Filipina pada Sabtu (17/2) menuduh kapal penjaga pantai Tiongkok melakukan manuver "berbahaya" setelah mereka berulang kali memblokir kapal Filipina yang mengirimkan pasokan kepada nelayan di terumbu karang di lepas pantai negara Asia tenggara tersebut.

Insiden tersebut terjadi di dekat Scarborough Shoal yang dikuasai Tiongkok pada Kamis (15/2) dan Jumat (16/2), beberapa hari setelah Penjaga Pantai Filipina melontarkan tuduhan serupa terhadap kapal Tiongkok di wilayah yang sama.

Scarborough Shoal, rangkaian terumbu karang berbentuk segitiga di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan, telah menjadi titik konflik antara kedua negara sejak Tiongkok merebutnya dari Filipina pada 2012.

Sejak itu, Beijing telah mengerahkan kapal patroli yang menurut Manila mengganggu kapal-kapal Filipina dan mencegah nelayan Filipina mencapai laguna yang ikannya lebih banyak.

Dalam insiden terbaru, sebuah kapal angkatan laut, kapal penjaga pantai, dan kapal Tiongkok lainnya membayangi sebuah kapal Filipina milik Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan yang sedang membawa makanan dan bahan bakar untuk para nelayan Filipina, agar memungkinkan mereka menghabiskan lebih banyak waktu di laut dan mengejar tangkapan yang lebih besar.

KorespondenAFPdan jurnalis dari beberapa media lokal berada di kapal Datu Tamblot Filipina untuk perjalanan pulang pergi selama tiga hari. Kapal Datu Tamblot dan kapal Penjaga Pantai Tiongkok berulang kali saling melontarkan ancaman melalui radio, dan masing-masing pihak saling menuduh satu sama lain melanggar batas wilayah perairan mereka.

Dalam empat kesempatan, kapal penjaga pantai Tiongkok sempat menghalangi Datu Tamblot dengan melintasi haluan dan berhenti di jalurnya saat mendekati perairan dangkal.

"Tidak diperbolehkan bagi kapal manapun untuk melintasi haluan kapal lain karena sangat berbahaya," kata Komodor Penjaga Pantai Filipina, Jay Tarriela, pada konferensi pers di Manila.

Komodor Tarriela, juru bicara penjaga pantai untuk Laut Filipina Barat, mengatakan tindakan seperti itu dapat menyebabkan tabrakan.

Terlepas dari tindakan Tiongkok, Datu Tamblot berhasil mencapai perairan dangkal tersebut dalam jarak beberapa kilometer dan mengirimkan 21.000 liter solar dan perbekalan lainnya ke 19 kapal nelayan Filipina, kata Komodor Tarriela.

Patroli Rutin

Sebelumnya pada Jumat, penasihat keamanan nasional Filipina, Eduardo Ano, mengatakan bahwa mulai awal Februari ini Filipina akan menggelar patroli rutin di wilayah perairannya sejalan dengan perintah dari Presiden Ferdinand Marcos Jr untuk mencapai ketahanan pangan dan memberikan keamanan bagi nelayan lokal untuk mengakses daerah penangkapan ikan utama.

Sebelumnya sebuah kapal Penjaga Pantai Filipina, BRP Teresa Magbanua, berpatroli di sekitar perairan dangkal tersebut namun diganggu dan dihadang oleh Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal-kapal milisi maritim, menurut juru bicara PCG, Jay Tarriela.AFP/RFA/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
PT KAI: KA Pandalungan 2 Be...
Luar Negeri
Dewan Keamanan Iran Mengkon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

Proyek Waste to Energy Kota Bekasi Dibayangi “Korupsi dan Gratifikasi”?

15 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.