Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Agama dan HAM dalam Pemilu 2024, Capres Mana yang Paling tak Bermasalah?

📅 Rabu, 14 Feb 2024, 12:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Agama dan HAM dalam Pemilu 2024, Capres Mana yang Paling tak Bermasalah? Doc: Antara/Erlangga Bregas Prakoso
Ket. Petugas KPU memeriksa surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden di gudang logistik KPU Jakarta Pusat, GOR Cempaka Putih, Jakarta.

Aniello Iannone, Universitas Diponegoro

Indonesia tengah melaksanakan pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) pada hari ini, 14 Februari 2024. Tiga pasangan calon (paslon) yang tengah bertarung adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Berbeda dengan Pemilu 2019 lalu yang sangat kental dengan sentimen agama, kontestasi politik kali ini tampaknya tidak ada polarisasi agama yang terlalu tajam, meskipun tetap ada selentingan isu-isu politik identitas agama dalam perhelatan kampanye. Sedangkan isu HAM terlihat lebih mendominasi diskusi publik.

Lalu bagaimana isu agama dan HAM mewarnai Pemilu 2024 ini?

Sentimen agama: siapa didukung kelompok konservatif?

Kandidat Anies Baswedan merupakan mantan menteri pendidikan dan kebudayaan di periode pertama pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Ia paling dikenal sebagai mantan Gubernur DKI Jakarta.

Anies memiliki latar belakang intelektual. Ia pernah menjadi rektor di Universitas Paramadina. Kedua orang tuanya adalah profesor.

Namun, Anies kerap diasosiasikan dengan politik identitas. Ia dikenal dekat dengan, dan mendapat dukungan dari, faksi-faksi Islam konservatif di Indonesia atau populasi Muslim yang mengikuti interpretasi Islam yang lebih ketat.

Ini berawal dari kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2017. Anies mendapat dukungan masif dari kelompok-kelompok Islam garis keras, termasuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan tokoh Muslim Rizieq Shihab, pemimpin Front Pembela Islam (FPI).

Kubu Anies dalam Pilgub saat ini kerap memainkan isu agama dalam melawan rival terkuatnya saat itu, Basuki Tjahaja Purnama yang seorang Kristiani.

Dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 ini, kelompok ulama konservatif dari Ijtima Ulama, termasuk Rizieq, menandatangani pakta integritas dukungan terhadap Anies sebagai capres. Langkah ini sekaligus bisa menjadi upaya bagi Anies untuk mengamankan suara dari pemilih Muslim konservatif, yang jumlahnya cukup signifikan di Indonesia.

Memang, strategi ini bisa menjadi senjata bermata dua bagi Anies, karena berpotensi menjauhkan pemilih Muslim moderat. Namun, tampaknya kendala ini sudah selesai karena Anies menggandeng Muhaimin Iskandar sebagai cawapresnya. Muhaimin adalah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang merupakan partai disebut menguasai pemilih dari kalangan Islam moderat, terutama massa Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di negara ini.

Pencalonan Anies menimbulkan pertanyaan atas kesesuaian nilai demokrasi dengan kesetaraan dan prinsip nondiskriminasi terhadap kelompok minoritas, terutama minoritas agama.

Dua kandidat capres lainnya, Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, tampaknya tidak terlalu diasosiasikan dengan sentimen agama karena keduanya didukung oleh mayoritas partai berhaluan nasionalis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.