Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Pemkot Semarang Gelar Lomba TPS Unik

📅 Senin, 12 Feb 2024, 00:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Pemkot Semarang Gelar Lomba TPS Unik Doc: ANTARA/HO-Pemkot Semarang
Ket. Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu saat simulasi pemungutan suara.

Semarang - Pemerintah Kota Semarang menggelar lomba tempat pemungutan suara (TPS) unik sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum 2024.

Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, di Semarang, Jawa Tengah, Minggu, mengatakan bahwa masing-masing TPS akan dinilai sesuai dengan kreativitas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).

"Ada lombanya. Bisa TPS terbaik atau TPS terunik, agar partisipasinya banyak, dapat apresiasi," kata Ita, sapaan akrab Hevearita.

Menurut dia, lomba tersebut juga sejalan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bahwa masyarakat harus menggunakan hak suara atau hak pilihnya pada pemilu.

Dalam arahan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jateng Nana Sudjana berharap partisipasi pemilih pada Pemilu 2024 mencapai angka 80 persen.

"Kalau pemilihan presiden di Kota Semarang pada 2019 bisa sampai 70 persen lebih, hampir mendekati angka 80 persen," katanya.

Melihat pengalaman pemilu sebelumnya, ia optimistis harapan pemerintah mengenai tingkat partisipasi pemilih bisa tercapai pada pemilu tahun ini.

Ia mengatakan kreativitas sangat diperlukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat agar berbondong-bondong ke bilik suara, misalnya mendesain TPS dengan konsep yang unik.

Ita mencontohkan ketika Pemilu 2019 terdapat satu di antara TPS di Kota Semarang yang mengangkat tema horor, dengan seluruh petugas KPPS mengenakan pakaian yang identik dengan hantu.

"Waktu Pilpres 2019, di TPS Bergota panitianya pakai kostum hantu-hantu. Monggo di setiap TPS bisa lakukan," katanya.

Orang nomor satu di Kota Semarang itu membebaskan kreativitas masing-masing KPPS dalam mengkreasi TPS-nya untuk menarik pemilih agar menggunakan hak pilihnya dan memeriahkan pesta demokrasi lima tahunan.

"Karena untuk menentukan pemimpin, masyarakat punya hak pilih. Maka bagaimana caranya partisipasi masyarakat harus lebih dari tahun lalu," ujarnya.

Pada penyelenggaraan lomba tersebut, Pemkot menggandeng Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang dalam penilaian dan publikasi TPS unik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.