Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan CBP Penting untuk Stabilkan Harga Pangan

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 09:58 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Oleh karena itu, menurut Esther, arah kebijakan pangan ini harus dibalikkan lagi, tidak hanya sekadar temporer. Dan menurut dia, strategi kedaulatan pangan ini ada empat.

Pertama, enabling environment. Menurut Esther regulasi kedaulatan pangan harus dibenahi, utamanya pupuk yang masih sering langka, sarana prasarana pertanian yang minim, dan infrastruktur.

"Jadi, nanti monggo dari Bulog atau pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan) diperbaikai. Artinya apa? Ini petani pengin nanam tidak ada pupuk, kalau ada mahal sekali. Kedua sarana prasarana pertanian itu juga minim, infratruktur minim. Artinya regulasi untuk mendorong sarana prasarana pertanian itu harus didorong," kata Esther.

Kedua, production characteristics, yaitu bagaimana mendorong produksi, sehingga petani tidak susah.

"Kalau kita bicara sawit misalnya, sawit ini kan banyak perkebunan rakyat bagaimana mendorong perkebunan rakyat ini juga bisa berkembang setara dengan punya perusahaan. Kalau kita sawitnya makin banyak juga tentu ekspornya juga makin banyak, devisanya juga makin banyak," kata Esther.

Ketiga, market characteristics. Dikatakan Esther, kadang-kadang petani sudah memproduksi, tetapi tidak marketable, sehingga menyerahkan kepada tengkulak.

"Harganya kalau tengkulak panen di kebunnya atau sawahnya itu pasti jauh lebih murah. Itulah mengapa orang tua petani, anaknya tidak boleh jadi petani. Jadi, ada problem. Tidak sama di Belanda petani gagah dan keren karena mereka punya penghasilan yang sama dengan pegawai pemerintahan," kata Esther.

Kempat, alternative livelihood. Menurut Esther, petani yang sukses harus punya side income (penghasilan tambahan). Sebab, jika petani hanya mengandalkan hasil panen mereka akan terjebak dalam interlock deep dan akan tetap miskin.

"Jadi, dia terjebak dalam interlock deep, nggak punya penghasilan sehari-hari, dia ngutang dari warung. Nah, ketika panen dia memberikan hasil panennya kepada tengkulak itu. Jadi, ya, rugilah. Nah, petani yang bisa suskes adalah petani yang punya penghasilan lain. Misalnya, jadi tukang ngojek. Nah, nanti hasil panennya mereka simpan," ujar Esther.

Di tempat yang sama, Fenny Sofyan mengatakan, dari 12 komoditas pangan strategis yang dijaga pemerintah hanya sawit tidak pernah penah impor. "Jadi, 12 pangan yang strategis, hanya sawit yang tidak impor. Itu dulu yang harus digarisbawahi," kata dia.

Meski demikian, Fenny mengingatkan bahwa sawit dalam lima tahun terakhir mengalami stagnasi produksi yang hanya di 51 juta ton. Sehingga, ini harus menjadi perhatian pemerintah ke depannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.