Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NU dan Muhammadiyah Sebut Suara yang Ingin Pemilu Jurdil Harus Diapresiasi

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 07:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
NU dan Muhammadiyah Sebut Suara yang Ingin Pemilu Jurdil Harus Diapresiasi Doc: ANTARA/Sigit Pinardi
Ket. Sekjen PBNU Saifullah Yusuf (kiri) bersama Sekum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti (tengah) menyampaikan keterangan pers terkait pemilu di Jakarta, Jumat (9/2/2024).

Jakarta - Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mengatakan suara-suara yang menginginkan agar Pemilu 2024 berlangsung jujur dan adil, termasuk yang disuarakan sejumlah kampus, harus diapresiasi.

"Suara-suara yang ingin pemilu jujur dan adil harus diapresiasi, ditimbang-timbang dengan bijak," kata Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf di Jakarta, Jumat.

Menurut Gus Ipul, sapaan akrabnya, semua pihak harus memastikan dan mengawal pemilu berjalan dengan baik karena ini kepentingan bersama.

"Setelah itu hasilnya harus kita terima bersama. Apa pun hasilnya. Kalau misalnya selesai satu putaran, ya, harus kita terima, ada pelanggaran harus diproses," ujarnya.

Hal senada dikemukakan Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti. Menurut dia, imbauan moral dari kampus itu menunjukkan suatu kehirauan para civitas academica terhadap masa depan bangsa.

"Seharusnya jangan dicurigai sebagai bagian dari agenda, misalnya, ditunggangi kepentingan tertentu untuk menjatuhkan pemerintah. Saya kira jauh dari itu," ujarnya.

Ia mengatakan kehirauan itu semata-mata kepedulian terhadap masa depan bangsa dan harapan besar mereka agar pemilu berlangsung jujur, adil, dan menghasilkan pemimpin nasional terbaik.

"Imbauan moral itu hendaknya dihiraukan juga oleh para penyelenggara negara, penyelenggara pemilu, termasuk oleh presiden. Semua masih dalam kerangka dan koridor yang sesuai dengan pesan moral dan kepentingan bangsa," katanya.

Kekhawatiran pemilu bakal diwarnai kecurangan, menurut Mu'ti harus dilihat sebagai peringatan dini agar pemilu berlangsung jujur dan adil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.