Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cegah Inflasi, Petani Gorontalo Utara Tanam 100 Ribu Bibit Cabai Rawit

📅 Sabtu, 10 Feb 2024, 03:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Inflasi, Petani Gorontalo Utara Tanam 100 Ribu Bibit Cabai Rawit Doc: ANTARA/HO-Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hor
Ket. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Gorontalo Utara Asrin Menu mengunjungi lokasi tanaman cabai rawit di Desa Bualemo, Kecamatan Kwandang.

Gorontalo - Petani di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo menanam 100 ribu bibit cabai rawit yang dilakukan secara swadaya baik perorangan maupun kelompok, termasuk oleh kelompok tani perempuan.

"Luar biasa, para petani di Desa Bualemo, Kecamatan Kwandang membuktikan mampu secara swadaya menanam cabai rawit di lahan perbukitan maupun hamparan rata yang sangat luas. Kami mengunjungi lokasi tersebut untuk mendukung usaha pertanian hortikultura yang dilakoni para petani di daerah ini," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultura Gorontalo Utara Asrin Menu, di Gorontalo, Jumat.

Ia memantau langsung keberhasilan tersebut. Para petani berhasil menanam cabai rawit atau yang biasa disebut dengan nama lokal 'Malita' yang merupakan salah satu komoditas sangat mempengaruhi inflasi baik secara lokal maupun nasional.

Saat ini harga cabai rawit berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram. Harga yang tergolong sangat murah, namun pada momen tertentu dapat naik signifikan bahkan mencapai Rp150 ribu per kilogram, seperti menghadapi hari besar keagamaan.

Menurutnya, menanam cabai perlu perencanaan yang baik agar berkelanjutan, sehingga musim panen pun dapat berlangsung terus-menerus.

"Alhamdulillah di Desa Bualemo ini, petani bisa memanfaatkan lahan yang tersedia. Bahkan mampu menanam hingga 100 ribu bibit pohon dalam sekali tanam. Mudah-mudahan ini menjadi komoditas penunjang yang bisa menstabilkan harga cabai khususnya jelang bulan puasa Ramadhan nanti," katanya lagi.

Ia menambahkan untuk musim tanam tahun 2023 lalu, melalui program 'Kampung Cabe' bersumber dari APBN, daerah itu berhasil menanam di dua kecamatan, yaitu 10 hektare di Kecamatan Tolinggula dan 10 hektare di Kecamatan Gentuma. Saat ini di dua wilayah tersebut sementara dalam tahap panen.

"Kita berharap hasil panennya melimpah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dalam mendukung program keberlangsungan menanam 'Malita' di daerah ini," kata Asrin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.