Tertinggi di Indonesia, Kunjungan Wisatawan Nusantara ke Jatim Tahun 2023 Capai 187 Juta Orang
📅 Jumat, 09 Feb 2024, 00:01 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini mengungkapkan rasa syukur atas capaian sektor pariwisata Jatim yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Tahun 2023 Jatim,menyumbang angka pergerakan wisatawan nusantara tertinggi di Indonesia, tercatat mencapai 187.110.998 wisatawan nusantara atau setara 24,98 persen dari total 749.114.709 pergerakan wisatawan nusantara di Indonesia.
"Alhamdulillah angka wisatawan nusantara di Jatim Tahun 2023 mencapai 187,110 juta orang. Tertinggi diantara provinsi di Indonesia. Itu artinya bahwa promosi wisata yang panjenengan lakukan sangat luar biasa," katanya saat menghadiri acara Sapa Insan Kebudayaan dan Pariwisata, di Surabaya, Rabu (7/2) sore.
Masih berdasarkan data BPS, pertumbuhan PDRB pariwisata dari tahun 2022 ke 2023 mengalami peningkatan sebesar 13,02 persen telah berkontribusi sebesar 5,82 persen terhadap PDRB Jatim.
Tak hanya jumlah wisatawan nusantara yang tinggi, pertumbuhan daya tarik wisata di Jawa Timur juga terus mengalami peningkatan. Terhitung sejak tahun 2019 hingga 2023 terjadi peningkatan hingga 44 persen. Pada tahun 2019 ada sebanyak 969 daya tarik wisata. Rinciannya, 387 wisata alam, 280 wisata buatan, dan 302 wisata budaya.
Jumlah tersebut meningkat signifikan pada tahun 2023. Total terdapat sebanyak 1.396 daya tarik wisata di Jatim. Di antaranya 543 wisata alam, 531 wisata buatan, dan 322 wisata budaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Khofifah menyebutkan, meningkatnya daya tarik wisata di Jatim ini tidak lepas dari desa wisata sebagai garda terdepan ekonomi masyarakat yang juga terus mengalami peningkatan dari kualitas maupun kuantitas.
Salah satu desa wisata yang menjadi percontohan itu, lanjut Khofifah, ialah Desa Ketapanrame Mojokerto. Untuk itu, ia mengajak Bupati/Walikota di Jatim agar menjadikan desa tersebut sebagai referensi intuk mengembangkan desa wisata di wilayahnya.
"Desa wisata Ketapanrame di Mojokerto adalah salah satu referensi yang luar biasa. Desa ini tidak sekedar juara 1 nasional tetapi bahwa Ketapanrame bisa menjadi referensi dan telah memberikan harapan kehidupan yang luar biasa bagi masyarakatnya," terangnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di daerahnya masing-masing Khofifah mengajak para bupati/wali kota agar mengundang para _influencer_. Karena potensi wisata yang dimiliki Jatim, tidak kalah eksotik dan menarik di hampir seluruh wilayahnya.
"Para bupati walikota punya kesempatan untuk bisa mengundang para influencer di masing-masing negara. Sehingga mereka akan menyebarluaskan informasi dan mempromosikan potensi wisata yang kita miliki," katanya.
"Namun yang tak kalah pentingnya, bahwa kita harus terus berupaya untuk menjaga kebersihan di wilayah kita masing-masing, meningkatkan infrastruktur, dan aksesibilitas ke objek-objek wisata di daerah," imbuhnya.
Lebih lanjut Khofifah mengatakan, geliat pariwisata di Jatim juga didukung dengan semakin meriah dan maraknya penyelenggaraan event wisata di Jawa Timur. Sebanyak 810 event di Jawa timur telah teselenggara dan 8 diantaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN).
"Ini membuat Jawa Timur mendapat predikat sebagai provinsi dengan event pariwisata terbanyak masuk dalam kharisma event nusantara. Jember Fashion Carnival menjadi salah satu event unggulan dalam KEN," jelasnya.
Meski berada dalam tren positif, Khofifah mengatakan masih ada yang harus ditingkatkan. Ia menyebut, fokus sektor wisata Jawa Timur kali ini adalah memperpanjang masa tinggal semua wisatawan. Untuk itu, dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi dari semua sektor terkait.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!