Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ahli Gizi: Orang Tua Sebaiknya Sajikan Buah Tanpa Campuran Pada Anak

📅 Kamis, 08 Feb 2024, 02:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ahli Gizi: Orang Tua Sebaiknya Sajikan Buah Tanpa Campuran Pada Anak Doc: ANTARA/Budi Afandi
Ket. Ilustrasi - Seorang warga memilih buah-buahan di salah satu lapak penjualan buah di Mataram, NTB.

Jakarta - Ahli gizi masyarakat Tan Shot Yen mengatakan anak perlu diberikan buah tanpa campuran makanan lainagar anak dapat menikmati buah apa adanya.

Hal tersebut diungkapkan oleh Tan sebagai respons dari pertanyaan tentang penyajian buah yang dicampur bahan lain, seperti es krim atau yogurtbagi anak.

"Tujuan kita memberikan makan anak itu kan tidak semata-mata hanya karena anak itu bisa makan, punya nutrisi, tetapi juga anak ini mempunyai cetak biru. Artinya, dia akan menentukan referensi dan preferensi makannya," ujar Tan dalam siaran berjudul "Yang Manis Anaknya, Bukan Makanan dan Minumannya" yang ditayangkan di akun instagram resmi Kementerian Kesehatan, di Jakarta, Rabu.

Dia menilai kebiasaan makan buah atau sayur yang dicampur bahan-bahan lain adalah kebiasaan makan yang diadopsi dari luar negeri, sebagai efek dari globalisasi.

"Banyak orang kekinian itu kan makan sayur versi bule. Ya, pakai mayones lah, pakaiThousand Island lah," katanya.

Dia menjelaskan, apabila anak tersebut biasa diberikan buah yang sudah dicampur dengan bahan-bahan tambahan lainnya, anak tersebut akan merasa harus memakan buah dengan cara tertentu. Misalnya, buah harus dimakan dengan yogurtatau harus disajikan sebagai salad.

"Jadi, anak tidak mengenal momen ketika dia itu makan buah apa adanya. Padahal, kebiasaan ini dibawa sampai dewasa," katanya.

Namun, dia mengingatkan bahwa, konsumsi buah tersebut juga tetap harus secukupnya, dan tidak berlebihan.

"Misalnya, semua orang boleh makan durian, tetapi kalau duriannya mukbangataumakan banyak ala Korea. Satu buah, bukan satu butir. Ya, klenger (lemas) dia," katanya.

Selain itu, kata dia, konsumsi buah perlu dikonsultasikan kepada dokter, agar tidak mengganggu kesehatan apabila ada masalah, seperti hipertensi dan diabetes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.