“Kamikaze' Bantu Gagalkan Invasi Mongol ke Jepang
📅 Rabu, 07 Feb 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoMeskipun Jepang telah mengantisipasi serangan ini, pasukan pertahanan mereka yang hanya berjumlah antara 4.000 dan 6.000 orang, harus menghadapi tantangan melawan pasukan Mongol yang jumlahnya lebih banyak dengan persenjataan lebih baik.
Keberhasilan militer bangsa Mongol disebabkan oleh strategi medan perang yang dinamis, kavaleri yang disiplin, dan penggunaan senjata yang efektif, apalagi mereka juga memanfaatkan mesiu yang digunakan pertama kali muncul di luar Tiongkok.
Tentara Mongol juga memperkenalkan taktik yang asing, maju dengan berjalan kaki dalam kelompok besar dengan perisai, genderang, dan kebisingan. Di Jepang, bangsa Mongol membakar tempat tinggal. Mereka memilih untuk tidak bermalam di pantai dan kembali ke kapal mereka setelah melakukan penyerangan dengan alasan masalah pasokan.
Para penjajah Mongol mundur ke teluk pada 20 November, sebuah keputusan yang terbukti menentukan. Laporan menunjukkan badai hebat melanda, menewaskan sebagian besar tentara Mongol dan merusak armada.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akhirnya pasukan Mongol terpaksa mundur kembali ke Korea, invasi 1274 berakhir. Masyarakat Jepang menganggapnya sebagai kemenangan, menghubungkan perlindungan ilahi dengan adanya perubahan arah angin yang terjadi.
Invasi kedua armada Kubilai Khan menandai peningkatan ukuran yang signifikan dibandingkan armada pertama, terdiri dari 4.400 kapal dan sekitar 100.000 prajurit, campuran prajurit Mongol, Tiongkok, dan Korea.
Pertempuran laut yang sengit terjadi di dekat Takashima pada 12 Agustus. Anehnya, hanya ada sedikit laporan orang Jepang mengenai pertempuran ini. Jepang mundur saat fajar kapal perang kecil Jepang dianggap bukan tandingan kapal Mongol, sehingga menimbulkan ketakutan yang meluas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, sekali lagi, "kuasa alam" ikut campur ketika topan pada 14 Agustus mendatangkan malapetaka. Angin kencang, yang dipicu oleh angin utara, menghantam armada Mongol saat mereka berlayar sekitar empat mil, menyebabkan tabrakan dan kehancuran di antara kapal-kapal, yang menyebabkan invasi terhenti. Badai tersebut, yang kemudian diberi nama "kamikaze" atau angin ilahi. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!