Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkes Ingatkan Deteksi Dini Beri Peluang Sembuh dari Kanker hingga 90 Persen

📅 Selasa, 06 Feb 2024, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkes Ingatkan Deteksi Dini Beri Peluang Sembuh dari Kanker hingga 90 Persen Doc: ANTARA/Andi Firdaus
Ket. Ilustrasi - Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat menyampaikan sambutan dalam agenda HUT Ke-23 Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Ahad (4/2/2024).

Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut bahwa kanker memiliki peluang kesembuhan yang sangat tinggi, dan persentase kesembuhan kanker mencapai 90 persen apabila diketahui sejak stadium awal.

Akan tetapi, ujar Budi, kesadaran masyarakat untuk melakukan kegiatan deteksi dini masih rendah. Menurutnya, rendahnya tingkat deteksi dini terjadi karena masyarakat takut terhadap diagnosa maupun penanganan kanker.

"Satu yang paling penting, harus deteksi dini. Kalau ketahuannya cepat, 90 persen bisa sembuh. Kalau ketahuannya terlambat, 90 persen wafat," kata Budi dalam keterangan tertulis dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes yang diterima di Jakarta, Senin.

Akibatnya, mayoritas pasien kanker yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah mengidap kanker stadium lanjut, sehingga angka harapan hidupnya kian menurun.

"Untuk breast cancer, masih banyak wanita yang belum menerima kenyataan kalau terkena kanker payudara. Jadi, mereka tidak mau deteksi dini, padahal kalau ketahuannya telat bisa meninggal. Kita sekitar 70 persen ketahuannya telat," ujar menteri itu.

Menkes mengatakan bahwa pemerintah terus menggencarkan upaya mendorong kegiatan deteksi dini segala jenis kanker. Dia menjelaskan, salah satu upaya yang telah dilakukan adalah dengan melengkapi pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit dengan peralatan kesehatan yang canggih dan modern. Misalnya, sejak 2022, pemerintah telah melengkapi 10 ribu puskesmas dengan alat USG guna penanganan kanker payudara.

Selanjutnya, pemerintah juga berupaya mengeliminasi kanker serviks dengan menyediakan imunisasi HPV dan HPV DNA Test. Dia menambahkan, penanganan kanker paru yaitu dengan cara memasang CT-Scan di 514 rumah sakit di 514 kabupaten dan kota.

Sementara itu, dia menambahkan, pada kanker usus besar, yang merupakan kanker penyebab kematian nomor 2 pada laki-laki, pemerintah akan memberikan alat kolonoskopi di 514 rumah sakit di 514 kabupaten dan kota.

Budi berharap pemenuhan peralatan kesehatan tersebut dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan upaya deteksi dini serta penanganan kanker dengan tepat dan cepat. Dengan demikian, katanya, deteksi dini dapat meningkatkan angka harapan hidup penderita penyakit yang dinilai sangat mematikan ini.

"Ayo, deteksi dini. Jangan lihat kanker itu sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi lihat kanker sebagai suatu yang memberikan harapan, optimisme, dan pasti bisa disembuhkan, asal kita mau deteksi dini," ujar Menkes.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.