Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penasaran, Apa Saja Isu-isu Seksualitas yang Dihadapi Anak Muda?

📅 Kamis, 01 Feb 2024, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pendidikan seksualitas yang komprehensif

Pendidikan seksualitas yang kompeherensif dapat menjadi solusi dalam mengatasi isu-isu kesehatan dan seksualitas anak muda yang disebut di atas.

Badan Kesehatan Dunia WHO mendefinisikan pendidikan seksualitas yang kompeherensif sebagai pemberian informasi yang akurat terkait isu seksualitas dan kesehatan reproduksi dengan melihat kesesuaian materi dengan usia (age appropriate).

Studi tahun 2019 di Jakarta menunjukkan bahwa pendidikan seksualitas di Indonesia diberikan oleh sekolah melalui guru dan disisipkan dalam mata pelajaran yang dianggap memiliki keterkaitan dengan isu seksualitas.

Meski demikian, studi yang sama juga menunjukkan bahwa pendekatan yang dipakai dalam proses pendidikan seksualitas lebih condong pada pendekatan yang abstinence yaitu menahan dorongan seksual dan cenderung menihilkan diskusi terkait isu seksualitas, kontrasepsi, dan topik lain yang berkaitan dengan gender.

Aspek budaya pendidikan seksualitas

Sejauh ini, masih belum ada pendidikan seksualitas yang kompeherensif di Indonesia. Namun, bukan berarti usaha-usaha ke arah sana tidak pernah dilakukan. Pada tahun 2015 misalnya, terdapat upaya untuk memasukkan materi kesehatan reproduksi dalam kurikulum nasional. Sayangnya, Mahkamah Konstitusi menolak usulan ini karena para pemohon dianggap tidak memiliki legal standing atau kedudukan hukum.

Memang, terdapat beberapa hal yang menghambat tumbuhnya pendidikan seksualitas kompeherensif di Indonesia. Sebagai negara yang kuat dengan nuansa Islam, pandangan bahwa seksualitas adalah hal yang tabu dan berseberangan dengan nilai-nilai Islam masih kerap muncul. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk melihat kesesuaian kondisi sosial dan kultural dalam memberikan pendidikan seksualitas yang kompeherensif. Seperti yang baru-baru ini dilakukan oleh pemerintah Malaysia.

Pada tahun 2020, pemerintah Malaysia menunujukkan komitmen dengan meratifikasi kebijakan yang bersifat nasional untuk menyelenggarakan pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah. Dalam prosesnya, pemerintah Malaysia menggunakan istilah "Pendidikan Kesihatan Reproduktif dan Sosial Kebangsaan" atau pendidikan kesehatan reproduksi dan sosial. Bila diperhatikan secara seksama, tidak ada kata "seksualitas" dalam konsep yang ditawarkan. Hal ini sengaja dilakukan oleh pemerintah Malaysia sebagai bentuk penyesuaian dengan nilai-nilai Islam yang dominan di negaranya.

Dalam konteks Indonesia yang kental dengan nilai-nilai Islam, pendekatan perlu dilakukan dengan para tokoh agama untuk menyepakati aspek-aspek apa saja yang dianggap cocok bagi murid-murid di sekolah. Dari beberapa "tempat" yang dianggap cocok untuk memberikan pendidikan seksualitas, sekolah dianggap sebagai tempat yang paling cocok. Sebuah studi di Mesir tahun 2012 menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi tempat yang cocok untuk memulai transfer pengetahuan terkait isu seksualitas kepada para siswa sebelum siswa aktif secara seksual.

Selain itu, studi yang sama menunjukkan bahwa terdapat beberapa alasan mengapa sekolah dianggap cocok untuk memberikan pendidikan seksualitas; 1) Anak yang bersekolah lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah, 2) Di sekolah, informasi terkait isu seksualitas dapat diberikan sesuai kebutuhan berdasarkan kelompok usia, dan 3) Sekolah merupakan institusi yang dipercaya oleh masyarakat untuk memberikan transfer ilmu pengetahuan.

Mengapa pendidikan seksual penting?

Isu-isu anak muda perlu mendapatkan perhatian khusus karena sumber daya manusia (SDM) yang unggul menjadi kunci keberhasilan bangsa Indonesia di masa depan, terutama dalam kaitannya dengan sasaran visi Indonesia Emas 2045. Manusia unggul adalah manusia yang sehat, cerdas, produktif, berdaya saing, berakhlak mulia, dan berkomitmen kebangsaan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

53 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.