Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Jangan Korbankan Petani untuk Menjaga Inflasi

📅 Selasa, 30 Jan 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Jangan Korbankan Petani untuk Menjaga Inflasi Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) menghasilkan salah satu keputusan penting, yaitu memperkuat ketahanan pangan untuk mencapai target inflasi 2024 sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Jakarta, Senin (29/1), mengatakan penguatan ketahanan pangan dilakukan dengan mengamankan produktivitas, sehingga ketersediaan data yang valid sangat diperlukan.

Upaya penguatan ketahanan pangan juga dilakukan dengan memperkuat strategi antar-Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan juga melanjutkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi pangan serta komunikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi.

Langkah-langkah strategis berikutnya yang disepakati TPIP untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran, meliputi kebijakan moneter dan fiskal yang konsisten dengan upaya mendukung pengendalian inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pemerintah juga akan mengendalikan inflasi volatile food agar dapat terkendali di bawah 5 persen dengan fokus pada komoditas beras, cabai, dan aneka bawang. Selanjutnya, juga menjaga ketersediaan pasokan dengan distribusi pangan untuk mitigasi risiko jangka pendek dan juga untuk mengantisipasi pergeseran musim panen dan menjaga harga menjelang hari besar keagamaan.

Kesejahteraan Petani

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Pengkajian dan Penerapan Agroekologi Serikat Petani Indonesia (SPI), Muhammad Qomarunnajmi, mengatakan pengendalian inflasi memang penting, namun juga harus mempertimbangkan kesejahteraan produsen pangan yaitu petani.

"Ini yang sering terlewat dari pengambil kebijakan. Harganya jangan sampai menekan petani," tegas Qomar.

Pemerintah, katanya, sering kali mematok harga murah hasil produksi petani demi menekan inflasi, bahkan kadangkala lebih rendah daripada biaya produksi seperti yang kejadian di penetapan harga gabah dan beras tahun lalu.

"Dengan penetapan harga yang rendah ini menjadikan usaha tani tidak menarik untuk generasi muda, sehingga meningkatkan potensi alih fungsi lahan," kata Qomar.

Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Achmad Maruf, mengatakan inflasi tinggi pasti akan berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Maka langkah memperkuat ketahanan pangan memang sangat penting.

Kunci utama memperkuat ketahanan pangan adalah meningkatkan produkvitas pertanian, memperkuat distribusi pangan, diversifikasi pangan dan memperkuat cadangan pangan. "Pemerintah perlu mengalokasikan anggaran yang memadai untuk mendukung program ketahanan pangan, dan perlu dilakukan koordinasi yang efektif antarlembaga terkait termasuk melibatkan sektor swasta dan masyarakat untuk memastikan implementasi program yang terintegrasi dan efisien," tutup Maruf.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.