2 Misinformasi yang Perlu Diluruskan Terkait Nyamuk Wolbachia Pengendali DBD
📅 Selasa, 30 Jan 2024, 10:46 WIB | Oleh: Tim PenulisTeknologi Wolbachia digunakan untuk melengkapi program pengendalian DBD yang sudah berjalan, sehingga bisa kita sebut program 3M plus Wolbachia. Wolbachia adalah bakteri alami yang terdapat di sebagian besar serangga di sekitar kita. Keberadaan bakteri ini pada lalat buah (Drosophila melanogaster) dapat mengurangi umur lalat buah.
Sayangnya, bakteri ini tidak ditemukan secara alami di nyamuk Aedes aegypti. Para peneliti kemudian berupaya memasukkan Wolbachia ke tubuh Aedes aegypti dengan cara penginjeksian bakteri ke telur nyamuk.
Keberadaan Wolbachia di Aedes aegypti diharapkan dapat memperpendek umur nyamuk seperti yang terjadi pada lalat buah. Dampaknya dapat mengurangi durasi nyamuk untuk menularkan virus dengue pada manusia. Biasanya nyamuk ini bisa hidup atau menularkan virus berkisar satu bulan.
Rupanya umur nyamuk tidak berkurang, tapi peneliti menemukan fakta lain bahwa Wolbachia mampu menghambat proses replikasi virus dengue di tubuh nyamuk. Kemampuan ini dapat menurunkan kapasitasnya sebagai vektor penular dengue. Bagusnya lagi, Wolbachia diturunkan ke keturunan berikutnya melalui jalur betina.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian pun kemudian dilanjutkan dengan melepas nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia di lingkungan dengan skala terbatas pada 2013. Pelepasan ini bertujuan untuk mengetahui apakah nyamuk ber-Wolbachia mau kawin dengan nyamuk setempat yang tidak ber-Wolbachia dan menghasilkan keturunan nyamuk ber-Wolbachia.
Ketika studi ini memberikan hasil bahwa nyamuk ber-Wolbachia mampu menetap di lingkungan, maka riset pun berlanjut untuk mengetahui kemanjuran pelepasan nyamuk ber-Wolbachia ini dalam mengurangi kejadian dengue. Hasilnya, seperti dikutip di awal tulisan ini, teknologi nyamuk ber-wolbachia menurunkan kasus dengue sampai 77% dan mengurangi perawatan infeksi dengue di rumah sakit hingga 86%.
Jadi, teknologi nyamuk ber-Wolbachia bukan rekayasa genetik melainkan teknologi pemanfaatan bakteri Wolbachia di dalam tubuh nyamuk untuk menurunkan kemampuan nyamuk menyebarkan virus dengue.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proses injeksi bakteri ke dalam telur nyamuk hanya dilakukan satu kali. Setelah itu hanya perlu ditumbuhkan dan dikawinkan untuk menghasilkan telur-telur nyamuk ber-Wolbachia.
Wolbachia aman bagi manusia dan lingkungan
Sebagai teknologi baru, teknologi Wolbachia telah melalui proses analisis risiko. Proses ini dilakukan selama 6 bulan pada 2015-2016, sebelum pelepasan nyamuk ber-Wolbachia di Kota Yogyakarta untuk menguji kemanjurannya.
Kementerian Kesehatan dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi membentuk tim independen untuk mengkaji risiko pelepasan Aedes aegypti ber-Wolbachia dengan skala luas di Yogyakarta.
Tim yang terdiri dari 24 peneliti terbaik Indonesia di bidang masing-masing ini mengidentifikasi dampak jangka panjang yang mungkin terjadi. Fokusnya pada empat hal, yaitu lingkungan, sosial budaya dan ekonomi, manajemen nyamuk dan kesehatan masyarakat. Tim tersebut mengidentifikasi sebanyak 56 potensi risiko yang mungkin terjadi.
Jumlah tersebut ditemukan setelah membahas empat pertanyaan utama: (1) Masalah apa yang dapat terjadi? (2) Bagaimana kemungkinan terjadinya hal yang membahayakan? (3) Seberapa serius hal yang membahayakan tersebut? (4) Bagaimana tingkat risikonya?
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!