Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah alokasikan 1.817 ton bantuan beras untuk 20.312 KPM Kaltara

📅 Senin, 29 Jan 2024, 16:21 WIB | Oleh:
Pemerintah alokasikan 1.817 ton bantuan beras untuk 20.312 KPM Kaltara Doc: ANTARA/Muh. Arfan
Ket. Seorang warga penerima manfaat bantuan pangan beras Pemerintah membawa sekarung beras usai penyerahan simbolik bantuan tersebut di Kantor Pos Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Senin (29/1/2024).

Tanjung Selor - Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan pangan beras 1.817,7 ton bagi 30.312 Keluarga penerima Manfaat (KPM) di Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2024 dan mulai dibagikan secara simbolis oleh Gubernur KaltaraZainal A Paliwang.

"Kalimantan Utara mendapat bantuan beras sebanyak 1.817,7 ton beras bagi 30.312 KPM dan mulai disalurkan atau didistribusikan hari ini," kata GubernurZainal A Paliwang di Tanjung Selor, Senin.

Masing-masing keluarga mendapatkan 10 kilogram beras selama enam bulan, kata dia, mulai Januari sampai Juni 2024. Penerima bantuan pangan ini, lanjutnya, adalah masyarakat miskin atau keluarga yang mengalami rawan pangan dan gizi.

Ia merinci penerima di Kabupaten Bulungan mencapai 5.549 KPM, Kabupaten Malinau 4.159 KPM, Kabupaten Tana Tidung 1.348 KPM, Kabupaten Nunukan 11.102 KPM, dan Kota Tarakan 8.154 KPM.

Gubernur Kaltaraitu menegaskan pemenuhan kebutuhan pangan harus memberi manfaat yang adil karena menyangkut permasalahan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Ia meminta semua pihak waspada dan bersiap menghadapi resiko pemenuhan kebutuhan pangan dengan bertambahnya jumlah penduduk setiap tahun.

Menurutnya, kurangnya daya beli terhadap pangan yang beragam dan bergizi juga merupakan dampak lain dari kemiskinan. Selain itu, kata dia, El Nino juga memberi dampak signifikan seperti kekeringan, gagal panen, dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Maka itu bentuk komitmen pemerintah untuk mendukung ketersediaan pangan yang cukup di masyarakat, salah satunya melalui pengelolaan cadangan pangan pemerintah," ujarnya.

Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2022 menyebut cadangan pangan pemerintah dilakukan untuk menanggulangi kekurangan pangan, gejolak harga, bencana alam dan sosial, serta keadaan darurat.

"Penyaluran cadangan pangan juga dapat dilaksanakan untuk mengantisipasi, mitigasi, serta pelaksanaan pemberian bantuan pangan," ucap Gubernur Kaltaraitu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.