Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kewirausahaan Pangan Diperkuat

📅 Senin, 29 Jan 2024, 08:44 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kewirausahaan Pangan Diperkuat Doc: istimewa

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendukung semangat kewirausahaan di bidang pangan sebagai salah satu elemen yang memperkuat stabilitas pangan. Kewirausahaan di sektor pangan memberikan kontribusi yang baik ketahanan pangan.

"Peran komunitas dan UMKM pangan ini perlu diperluas dan tentunya Badan Pangan Nasional mendorong terbangunnya sinergitas ini, sehingga kita bisa sama-sama menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan," ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi saat membuka kegiatan kolaboratif bersama Induk Koperasi Wanita Pengusaha Indonesia (Inkowapi) dan komunitas Sahabat Usaha Rakyat (Sahara), Minggu (28/1), di Gudang Sarinah Ekosistem, Pancoran, Jakarta.

Menurutnya, posko pangan sebagai manifestasi pertumbuhan kewirausahaan harus tersebar di seluruh daerah sehingga kebutuhan pangan yang terjangkau dapat terpenuhi. Untuk mengakselerasi pertumbuhan itu, dia mendorong terbangunnya sistem manajemen digital secara terintegrasi sehingga memudahkan pelaku usaha dan konsumen dalam perdagangan pangan.

Deputi bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan program posko pangan tidak hanya kegiatan pemberdayaan perempuan, tetapi pemanfaatan jaringan yang ada saat ini sekaligus pengendalian inflasi.

"Kita harapkan inflasi pada 2024 itu bisa lebih baik dibanding 2023, target kurang dari 5 persen, sehingga semua jaringan yang ada perlu dioptimalkan termasuk posko pangan," ujarnya.

Dia berharap program posko pangan ini bisa terus dikembangkan di kota besar lainnya hingga ke Indonesia Timur.

Ekosistem Pengan

Ketua Umum Inkowapi Sharmila menyatakan warung-warung yang dikelola perempuan terus diperkuat untuk ditransformasikan menjadi posko pangan. Hingga saat ini, anggota Inkowapi saat ini sudah berjumlah 308 ribu anggota di seluruh Indonesia. "PR kita bersama saat ini adalah mengembangkan ekosistem pangan sampai di Indonesia Timur," ungkapnya.

Dengan kolaborasi bersama Bapanas, Sharmila berharap dapat mengakselerasi transformasi warung menjadi posko pangan di seluruh Indonesia. "Kita siap bersama menggerakkan minimal lima kota besar di seluruh Indonesia agar posko pangan ini bermanfaat bagi masyarakat dalam menyediakan sembako murah untuk kebutuhan keluarga," ujarnya.

Dalam kegiatan kolaboratif tersebut, digelar Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan bahan pangan pokok (bapok) strategis, meliputi beras, bawang, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, gula telur, dan aneka cabai dengan harga terjangkau dan di bawah harga pasar.

Selain itu, juga diramaikan dengan edukasi Pangan Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA), Gerakan Stop Boros Pangan, dan laboratorium uji keamanan pangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.