Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengenal Swamening, Makanan Khas Papua dengan Daun Singkong

📅 Minggu, 28 Jan 2024, 17:56 WIB | Oleh:
Mengenal Swamening, Makanan Khas Papua dengan Daun Singkong Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Swamening, makanan khas Papua dengan bahan dasar daun singkong atau daun ubi.

JAKARTA - Papua memiliki beberapa kuliner khas yang menarik untuk dicoba. Jika selama ini banyak orang mengenal Papeda, masakan khas Papua dengan bahan dasar sagu, kali ini ada Swamening dengan bahan dasar sayur-sayuran.Di daerah asalnya, Swamening dimasak di atas tembikar tanah liat, dengan menggunakan alas daun pisang. Namun koki selebritas Ragil Imam Wibowo mendemonstrasikan cara membuat swamening dengan alat masak lebih modern yaitu teflon."Makanan Papua ini beda dari yang lainnya, karena ini mempunyai level cita rasa yang berbeda," kata Ragil saat ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.Bahan yang digunakan yaitu daun singkong atau daun ubi sebagai bahan utama, selain itu ada parutan kelapa, sagu, dan wortel. Ragil menambahkan bahan lainnya agar lebih akrab di lidah masyarakat urban yaitu daun bawang, bawang merah danbawang putih.
Cara membuatnya cukup sederhana dan mudah. Bahan wortel, sagu, parutan kelapa dan daun bawang serta bawang merah dan putih tersebut dicampur rata dalam sebuah wadah dan ditambahkan garam sebagai perasa sesuai selera. Setelah bahan tercampur, alasi teflon anti lengket dengan daun pisang, letakkan daun ubi atau daun singkong sampai menutupi daun pisang.Lalu tata campuran wortel dan sagu tadi di atasnya, dan tutup kembali dengan daun singkong lalu daun pisang di atasnya. Tutup teflon dan panaskan dengan api besar.Saat daun pisang mulai mengeluarkan wanginya, tambahkan air matang satu sendok makan dan tunggu lagi hingga semua bahan matang sempurna.Proses masak swamening hingga matang hanya membutuhkan waktu sekitar 15-20 menit. Selain mudah dan cepat, swamening juga mengenyangkan.Swamening merupakan jenis makanan utama yang dapat dimakan langsung atau dengan tambahan protein lain seperti ikan. Swamening juga tergolong makanan sehat karena kaya akan serat dan banyak menggunakan sayur, serta sagu juga baik untuk pencernaan.Swamening juga tidak menggunakan minyak sama sekali, sehingga sehat untuk dikonsumsi harian. Pada resep asli Swamening, masyarakat kerap menggunakan air laut sebagai perasa, atau garam yang dibuat sendiri dari pohon sagu yang dipotong bagian bawahnya."Ada keunikan juga beberapa suku yang ngerti buat garam yaitu pohon sagu paling bawah yang kena air, itu dibakar itu dapet kristal asin seperti garam warnanya hitam," kata Ragil. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

53 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.