Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kabar Baik, Angka Prevalensi Stunting di Trenggalek Turun 1,3 Persen

📅 Kamis, 25 Jan 2024, 00:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kabar Baik, Angka Prevalensi Stunting di Trenggalek Turun 1,3 Persen Doc: ANTARA/HO - Dinkes Trenggalek
Ket. Ketua Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardiny (kanan) mengelus kening balita yang mengikuti posyandu di salah satu desa/kelurahan di Trenggalek.

Trenggalek - Kabar baik, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menyatakan bahwa angka prevalensi stunting di daerah itu selama 2023 tercatat tinggal 6,6 persen atau turun sekitar 1,3 persen dibanding prevalensi tahun sebelumnya (2022) di kisaran 7,9 persen.

"Ini kabar baik. Puji syukur, setiap tahun, lebih dari 500 anak di Kabupaten Trenggalek terbebas daristunting," kata Kepala DPPKB Kabupaten Trenggalek Sunarto di Trenggalek, Rabu.

Ia lalu menunjukkan data 2022 dimana terdapat 2.950 anak yang mengalami gagal tumbuh kembang atau stunting.

Namun pada tahun 2023, ada sebanyak 562 anak dinyatakan terbebas daristuntingkurun waktu setahun.

Sunarto mengatakan bahwa selama kurun 2023 terdapat 2.388 anak yang masih mengalami masalah tumbuh kembang akibat asupan gizi kurang.

"Angka bayi lahir yangstuntingjuga hanya 0,4 persen. Anak mayoritas yang mulai terkenastuntingini pada umur enam bulan," katanya.

Banyak penyebab terjadinyastuntingmulai dari kurang optimalnya pemberian ASI eksklusif, sering kali terjangkit penyakit, hingga asupan makanan pendamping ASI yang kurang.

Pemerintah memberikan intervensi spesifik dan sensitif untuk menanganistuntingdari lintas organisasi perangkat daerah.

"Mulai dari memberikan makanan tambahan, memastikan semua anak mengikuti imunisasi rutin, memantau berat badan, memastikan lingkungan yang bersih, termasuk air minum yang dikonsumsi," ujarnya.

Termasuk melakukan skrining kepada calon pengantin di "Bumi Menak Sopal", lanjut Sunarto, juga jadi atensi mulai melihat gizinya dari lingkar jangkar lengan atas dan kiri, serta diberikan edukasi dan konseling saat hamil hingga mengatur jarak kehamilan.

Langkah kesinambungan itu sukses menurunkan angkastunting. Bahkan angka tersebut sudah jauh di bawah prevalensistuntingnasional yaitu 21,6 persen dan prevalensi Jawa Timur 19,2 persen. Termasuk di bawah target pemerintah pusat yang mencanangkan angka prevalensistuntingnasional di bawah 14 persen pada 2024.

"Kita berupaya untuk mewujudkanzero stuntingdi Kabupaten Trenggalek," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.