Junta Tahan Petinggi Militer
📅 Rabu, 24 Jan 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
YANGON - Enam perwira tinggi junta Myanmar yang menyerahkan kota strategis kepada kelompok etnis minoritas bersenjata dan menyerah bersama ratusan tentara lainnya, telah ditahan, kata juru bicara militer dan narasumber lain kepada kantor berita AFP pada Selasa (23/1).
Pasukan junta di Laukkai dekat perbatasan dengan Tiongkok menyerah kepada aliansi kelompok etnis minoritas bersenjata pada Januari setelah bentrokan selama beberapa pekan yang dipicu oleh serangan mendadak terhadap militer.
Sekitar 2.000 tentara menyerah dan kemudian diizinkan meninggalkan kota bersama keluarga mereka, sehingga memicu kritik lebih lanjut oleh para pendukungnya terhadap kepemimpinan junta setelah serangkaian kekalahan di medan perang.
"Enam brigadir jenderal yang memimpin pasukan di wilayah Laukkai telah ditahan," kata narasumber militer kepada AFP.
Tidak jelas tuntutan apa yang dapat dikenakan pada mereka, atau apakah semua akan dikenakan tuntutan, kata sumber tersebut, yang tidak ingin disebutkan namanya karena dia tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan hukum militer Myanmar, meninggalkan jabatan tanpa izin dapat dihukum dengan hukuman mati.
"Belum ada hukuman untuk enam brigadir jenderal tersebut," ucap juru bicara junta Zaw Min Tun kepada AFP pada Selasa.
Beberapa dari enam orang tersebut dianggap dekat dengan pemimpin junta Min Aung Hlaing, kata narasumber militer lainnya yang juga meminta agar tidak disebutkan namanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laukkai adalah kota terbesar yang direbut oleh aliansi yang terdiri dari tiga kelompok etnis minoritas bersenjata, sejak mereka melancarkan serangan pada bulan Oktober.
Jenderal Min Aung Hlaing menjadi terkenal pada tahun 2009 ketika masih sebagai komandan regional, ia mengusir salah satu kelompok aliansi, Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), dari kota tersebut.
Militer kemudian membentuk milisi yang menjadi kaya dengan memproduksi narkoba, mengelola perjudian dan transaksi seks kepada pengunjung dari seberang perbatasan Tiongkok.
Laukkai juga terkenal karena operasi penipuan online di mana ribuan warga Tiongkok dan warga negara asing lainnya sering dipaksa bekerja untuk menipu rekan senegaranya melalui internet.
Penipuan ini membuat marah Tiongkok, sekutu utama dan pemasok senjata junta, dan Beijing telah berulang kali meminta militer untuk menindak industri bernilai miliaran dollar tersebut.
Pulangkan Tentara
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!