Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kerja Keras, BKKBN Jabar Berupaya Cegah Stunting dari Hulu ke Hilir

📅 Minggu, 21 Jan 2024, 06:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kerja Keras, BKKBN Jabar Berupaya Cegah Stunting dari Hulu ke Hilir Doc: ANTARA/HO-BKKBN Jabar
Ket. Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Jabar.

Karawang - Kerja keras, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat terus berupaya melakukan pencegahan stunting dari hulu ke hilir untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2045.

"Sampai saat ini pemerintah tengah berupaya membawa Jabar menuju zero stunting untuk menuju Indonesia Emas di tahun 2045," kata Kepala BKKBN Jawa Barat, Fazar Santosa, saat Kampanye Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Jabar, Sabtu.

Ia menyebutkan, selama ini BKKBN telah melakukan upaya pencegahan dari hulu ke hilir, sejak di masa calon pengantin, menikah, hamil, hingga memiliki anak sudah diawasi oleh kader BKKBN di pelosok-pelosok desa.

Menurut dia, Tim Pendamping Keluarga di wilayah Karawang setiap hari bekerja dalam melakukan budaya pencegahan.

Di antara tugas Tim Pendamping Keluarga ialah mengawal kesehatan calon pengantin sebelum menikah, memeriksakan ibu hamil, sampai mencegah kegiatan merokok di lingkungan keluarga.

Fazar menyampaikan, pihaknya mengapresiasi keseriusan Komisi lX DPR-RI yang terus-menerus menyuarakan pencegahan stunting.

Diharapkan, dengan program kampanye percepatan penurunan stunting ini, Indonesia khususnya Jawa Barat bisa mencapai zero stunting.

Anggota Komisi lX DPR RI, Putih Sari, pada kesempatan itu mengajak masyarakat untuk mencegah lahirnya stunting baru di wilayah Karawang.

Caranya dengan mencegah anak-anak menikah terlalu muda, kemudian menghindari ibu hamil di usia yang terlalu tua, merencanakan jumlah anak agar tidak terlalu banyak, serta menjaga jarak kehamilan agar tidak terlalu dekat.

"Karena itu, peran keluarga dalam percepatan penurunan stunting ini sangat penting. Kontribusi itu bisa dimulai dengan menerapkan Program Keluarga Berencana di masing-masing keluarganya," kata Putih Sari.

Ia menyampaikan, percepatan penurunan stunting adalah program prioritas negara. Sebab, Indonesia sebagai negara berpenduduk terbesar ke empat dunia, tapi angka stuntingnya tinggi, yakni di atas rata-rata ketentuan WHO yaitu 14 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.