Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kejahatan Kini Bergeser dari Serangan Psikologis ke Teknologi

📅 Sabtu, 20 Jan 2024, 08:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kejahatan Kini Bergeser dari Serangan Psikologis ke Teknologi Doc: ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Pusat
Ket. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro dalam kegiatan "Jumat Curhat Plus" di Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (19/1/2024).

JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan bahwa kejahatan masa kini sudah bergeser dari serangan psikologis beralih ke teknologi dan hal itu mempengaruhi tugas Kepolisian.

"Kejahatan dulu itu secara psikologis, kalau sekarang kejahatan modelnya dengan teknologi. Teknologi mempengaruhi tugas-tugas Kepolisian," kata Susatyo dalam keterangan pers yang disampaikan di Jakarta, Sabtu (20/1).

Dalam imbauannyakepada masyarakat, Kapolres menekankan bahwa kejahatan menggunakanteknologi atau "cyber crime" marak menjelang Pemilu 2024.

Ia bahkan menyebutkan bahwa ada oknum yang memiliki ratusan akun palsu untuk meretas hingga 800 akun untuk menyebarkan berita bohong (hoax).

"Terkait dunia 'cyber' menjelang pemilu, ada pelaku memiliki akun palsu sampai 200. Dia bisa meng-'hack' hingga 800 akun," kata Susatyo.

Modus pelaku menggunakan akun anonim, semi anonim hingga akun nyata dengan masuk ke sejumlah grup aplikasi perpesanan untuk menyebarkan "hoax".

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk menggunakan media sosial dengan bijak, menyaring kebenaran informasi dan melihat sumber informasi tersebut,l serta tidak terpancing oleh berita yang disebarkan oleh "buzzer" atau pendengung.

Ia pun meminta agar masyarakat menyikapi perbedaan politik dengan kepala dingin dan menganggap perbedaan itu hal yang wajar agar kesatuan bangsa tidak terpecah belah.

Kejahatan dari teknologi yang juga sedang marak, yakni pinjaman "online" (pinjol). Karena itu, ia meminta masyarakat agar berhati-hati dalam berbelanja sehingga tidak terjerat pinjol.

Kapolres menyinggung pula terkait ajakan tawuran yang bermula dari media sosial. Selain pengaruh media sosial, narkoba juga berperan besar pada tawuran.

"Pelaku tawuran kita cek urine dan ternyata sebagian positif. Pengguna narkoba sangat sensitif sehingga menjadi salah satu penyebab tawuran," katanya.

Pihaknya juga minta kepada karang taruna untuk paham dan mengimbau kepada warga untuk mengajak warga menjauhi narkoba.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.