Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Pax Mongolika', Masa Damai yang Melahirkan Kemajuan

📅 Jumat, 19 Jan 2024, 06:10 WIB | Oleh:
“Pax Mongolika', Masa Damai yang Melahirkan Kemajuan Doc: afp/ BYAMBASUREN BYAMBA

Saat pasukan kerajaan Mongol yang tangguh dapat menguasai wilayah dari Pasifik hingga Balkan, mereka langsung menegakkan stabilitas dengan merevitalisasi jalur perdagangan lama menjadi aman hingga melahirkan masa damai dan kemajuan pada abad pertengahan.

Ketika memikirkan bangsa Mongol, yang pikirkan adalah suku pejuang yang garang. Gambarannya adalah mereka sangat menakutkan dalam pertempuran, mereka akan membunuh masyarakat lokal yang ditemui untuk menciptakan ketakutan, demi menguasai wilayah. Mereka dipersepsikan sebagai biadab dan brutal dalam pengertian modern.

Sumber-sumber kontemporer terhadap Mongol terbagi dalam dua kategori utama. Pertama kronik yang ditulis oleh mereka yang menderita secara langsung akibat penaklukan bangsa Mongol. Kedua oleh para pelancong dan pengamat dari luar yang mengomentari bangsa Mongol melalui sudut pandang bias mereka sendiri.

Laman I Take History menyebut dengan pasti bahwa bangsa Mongol sangat brutal, lahir dari kondisi di stepa Asia tengah. Kemajuan pasukan mereka, di bawah pimpinan Genghis Khan, menimbulkan gangguan sosial, politik, dan ekonomi baik di Eropa maupun Tiongkok.

Namun, begitu bangsa Mongol dapat menguasai wilayah yang terbentang dari Balkan hingga Tiongkok, mereka akan menegakkan stabilitas yang merevitalisasi jalur perdagangan lama. Stabilitas ini mengarah pada era baru perdagangan yang akan membantu mengantarkan "kelahiran kembali" Renaisans di Eropa.

Puncak kejayaan sebagian besar negara imperial ditandai dengan periode hegemoni, persatuan, dan perdamaian. Kondisi-kondisi ini sering kali mengakibatkan ekspansi kekaisaran ke wilayah-wilayah yang secara formal merdeka.

Calgacus, pemimpin Caledonian (Skotlandia kuno) yang terkenal mengatakan, "Mereka membuat gurun dan menyebutnya damai." Hal ini mengacu tentang apa yang disebut Pax Romana, sebuah perioda aman damai dan makmur di bawah kekaisaran Romawi.

Dalam hal ini, bangsa Mongol tidak berbeda dengan bangsa Romawi atau Dinasti Han sebelum mereka atau para penguasa kekaisaran di kemudian hari. Ada banyak upaya juga untuk mempertahankan kondisi yang bisa disebut dengan Pax Mongolika (Pax Mongolica).

Namun perdamaian dan stabilitas merupakan keuntungan bagi perjalanan jarak jauh dan perdagangan. Selama hampir tiga ratus tahun, bangsa Mongol membangun infrastruktur yang meremajakan jaringan perdagangan Jalur Sutra lama yang menghubungkan Timur dan Barat.

Selama periode Romawi dan Dinasti Han, terdapat banyak bukti berkembangnya perdagangan lintas benua. Jalur perdagangan yang sama ini bahkan memfasilitasi penyebaran agama Buddha, Hindu, Yudaisme, Islam, dan Kristen.

Setelah runtuhnya negara-negara besar seperti Roma, Persia, dan Tiongkok, perdagangan darat melintasi pedalaman Asia tengah menjadi lebih kompleks, lebih berbahaya, dan lebih mahal.

Dari abad ke-9 M hingga awal abad ke-13, stepa dihuni oleh sejumlah kerajaan dan penguasa suku yang tersebar dan independen. Hal ini membuat sulit untuk menjalankan bisnis dalam berbagai sistem perpajakan dan keamanan.

Aliran langsung barang dan ide dibatasi, dan transaksi dilakukan dalam jarak yang lebih pendek dan melalui banyak perantara. Semua ini menambah biaya dan mengurangi insentif yang diperoleh.

Ketika Genghis Khan memperkuat kendalinya atas sebagian besar stepa Asia tengah, ia memahami perlunya menghidupkan kembali perdagangan di sepanjang jaringan rute Jalur Sutra. Dia dan penerusnya menerapkan serangkaian program yang akan membangun kembali perdagangan darat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

48 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.