Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Lini Pertahanan Timnas Harus Dibenahi

📅 Rabu, 17 Jan 2024, 07:13 WIB | Oleh:
Lini Pertahanan Timnas Harus Dibenahi Doc: KARIM JAAFAR/AFP
Ket. menyundul bola I Gelandang Irak, Osama Rashid (kanan) berusaha menyundul bola dibayangi pemain Indonesia, Rizky Ridho saat pertandingan Grup D Piala Asia AFC Qatar 2023 antara Indonesia versus Irak di Stadion Ahmad bin Ali di Al-Rayyan, Doha, pekan lalu.

JAKARTA - Menjelang laga kedua melawan Vietnam (19/1), lini belakang harus benar-benar dibenahi. Selain itu, Pelatih Shin Tae yong harus lebih variatif dalam menurunkan pemain. Perlu dicoba pemain-pemain lain seperti Ramadhan Sananta yang sangat ngotot.

Kekalahan laga pertama Timnas Indonesia dari Irak dalam Piala Asia 2023 Grup D, di Doha, Qatar, Senin (15/1) mendapat sorotan mantan pemain sekaligus pelatih Persik Kediri, Aris Budi. Dia secara khusus menyoroti penampilan lini pertahanan yang masih sering melakukan kesalahan.

"Secara keseluruhan, Timnas Indonesia sebetulnya bermain lumayan bagus. Hanya, lagi-lagi masalah transisi dari bertahan menuju menyerang. Para pemain belakang masih banyak melakukan kesalahan. Akhirnya bisa dimanfaatkan lawan," ujar Aris Budi.

Strategi serangan balik yang diterapkan Shin Tae-yong sebetulnya sudah cukup tepat. Namun, jika para pemain lebih sering menghadapi tekanan, maka energinya akan lebih cepat terkuras.

"Pemain belakang juga akan capek jika terus-terusan menghadapi serangan. Karena kita terkena pressure yang begitu tinggi. Saat menguasai bola, kita terlalu cepat hilang bola," sambungnya.

Untuk lini tengah, menurutnya, duet antara Ivar Jenner dan Justin Hubner dinilai belum terlalu optimal untuk bisa menjaga tempo permainan. Belum ada seorang pemain tengah yang punya karakter sebagai pengendali permainan. Di situ kita lebih sering kehilangan bola. Jadi, setelah beberapa menit ditekan, kita bisa merebut. Setelah dua hingga tiga sentuhan, bolanya hilang lagi. Kita berhana lagi. Itu terjadi berulang-ulang.

Aris Budi mengatakan sektor pertahanan menjadi lini yang paling harus dibenahi menjelang laga berikutnya. Para pemain di wilayah ini mesti bisa lebih tenang dalam menghadapi skema-skema bola silang.

"Makanya, untuk pertandingan ke depan, Vietnam gaya permainannya ngotot dengan kualitas pemain yang lumayan bagus. Karena Jepang saja saat menghadapinya masih kalang kabut," tandasnya.

Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menyoroti keputusan Shin Tae-yong, yang menggeser Yakob Sayuri ke posisi bek sayap kanan dan memainkan Witan Sulaiman di babak kedua. Menurutnya, ketimbang memainkan Witan di posisi itu, Shin Tae-yong lebih baik tetap memasang Sayuri dan memainkan Sandy Walsh sebagai pengganti Asnawi Mangkualam di posisi bek sayap kanan.

"Sebenarnya, kalau pergantian itu terjadi dengan Sandy yang masuk. Sandy memang masuk ketika Rizky Ridho ditarik. Namun, kalau Asnawi ditarik keluar, lalu Sandy masuk dan tetap mempertahankan Yakob di depan, ini agak lebih bagus," ujar Ropan.

"Yakob lebih berani, lebih cepat untuk masuk ke daerah pertahanan lawan. Namun, itu keputusan Shin Tae-yong, dengan memasukkan Witan dan menarik Yakob ke belakang, hasilnya jadi lain," sambungnya.

Perlu Realistis

Sementara itu, Shin Tae yong perlu realistis, mengenai peluang Timnas Indonesia. Jangan terus membuai supporters dengan mengatakan tetap optimistis bisa meloloskan Indonesia ke Babak 16 besar, setelah kalah dari Irak. Sebab peluangnya semakin tipis, usai target mendapatkan satu poin gagal.

Dia lalu menceritakan sejarah membawa Korea Selatan mengalahkan Jerman 2-0 di Piala Dunia 2018. Hal ini menggambarkan bahwa dalam sepak bola tidak ada yang tidak mungkin terjadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Tambah Usia Harus M...

Menuju Lima Abad Pemprov Minta Bantuan Warga Jaga Jakarta

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Menuju Lima Abad Pemprov Mi...
Luar Negeri
Serangan Udara AS Menghanta...
  • Dua Minggu Hilang, Seekor Jerapah Bernama Gracie Ditemukan Segar Bugar 6 Km dari Kandangnya di Texas
    Preview komentar:
    Siapa juga yang mau nyuri Jerapah :) Dia ...
  • Dalam 3 Tahun Terakhir, 114 Orang Menabrakkan Diri di Jalur Kereta Api
    Preview komentar:
    Mereka adalah korban tekanan hidup dan ketidakberdayaan sbg ...
  • Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Jepang Kuntit Belanda Usai Singkirkan Tunisia dengan Skor Telak 4-0
    Preview komentar:
Balap Kapal dan Lomba Mancing untuk Meriahkan HUT Polri di Kepulauan Seribu

Balap Kapal dan Lomba Mancing untuk Meriahkan HUT Polri di Kepulauan Seribu

27 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.