Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Militer AS Serang Situs Radar Houthi di Yaman

📅 Senin, 15 Jan 2024, 02:05 WIB | Oleh:
Militer AS Serang Situs Radar Houthi di Yaman Doc: Citra Satelit ©2024 Maxar Technologies / AFP
Ket. Gambar satelit selebaran milik Maxar Technologies ini menunjukkan dampak serangan udara di lokasi radar dekat Bandara Internasional Sanaa, di Sanaa, Yaman pada 12 Januari 2024, setelah serangan udara oleh Amerika Serikat dan Inggris. Houthi Yaman meluncurkan rudal balistik anti-kapal pada 12 Januari 2024 sebagai pembalasan atas serangan Amerika dan Inggris yang menargetkan pemberontak yang didukung Iran, kata seorang jenderal AS. Penilaian kerusakan akibat serangan Amerika Serikat dan Inggris – yang menargetkan hampir 30 lokasi dengan menggunakan lebih dari 150 amunisi – masih berlangsung, kata Sims, namun mencatat bahwa jumlah korban diperkirakan tidak akan banyak.

WASHINGTON DC - Militer Amerika Serikat (AS) telah menyerang lokasi radar kelompok Houthi di Yaman untuk menurunkan kemampuan kelompok tersebut dalam menyerang kapal laut. Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan AS melakukan serangan pada Sabtu (13/1) pukul 03.45 waktu Yaman.

Pernyataan tersebut mengatakan serangan itu dilakukan oleh USS Carney yang dikerahkan di Laut Merah dengan menggunakan misil jelajah Tomahawk. Dikatakan bahwa serangan misil tersebut merupakan tindak lanjut dari serangan udara pada Jumat (12/1) yang dilakukan bersama dengan pasukan Inggris terhadap beberapa sasaran Houthi.

Sementara itu, Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat mengadakan pertemuan darurat. Dalam pertemuan itu, utusan AS dan Inggris mengatakan serangan tersebut merupakan tindakan pertahanan diri yang diperlukan dan konsisten dengan hukum internasional.

Perwakilan Russia mengutuk serangan-serangan tersebut karena mengganggu stabilitas kawasan, sementara negara-negara Afrika dan anggota dewan lainnya menyerukan untuk menghindari eskalasi lebih lanjut, tanpa menyebutkan nama negara apa pun.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Jumat mengeluarkan pernyataan melalui juru bicaranya. "Resolusi Dewan Keamanan PBB pada Rabu (10/1)) yang menuntut Houthi segera menghentikan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah harus dihormati sepenuhnya secara keseluruhan.

Guterres tidak merujuk langsung pada AS dan Inggris. Namun, ia menekankan perlunya menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi di Yaman.SB/NHK/And

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.