PBB: El Nino Bisa Membuat Tahun 2024 Lebih Panas dari 2023
📅 Sabtu, 13 Jan 2024, 11:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP
JENEWA - Tahun 2024 bisa jadi lebih panas akibat pengaruh El Nino dibandingkan tahun 2023 yang memecahkan rekor, PBB memperingatkan pada Jumat (12/1), ketika mereka mendesak pengurangan emisi secara drastis untuk memerangi perubahan iklim.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) PBB mengatakan, rekor suhu bulanan baru terjadi setiap bulan antara Juni dan Desember, dan pola tersebut kemungkinan akan terus berlanjut karena fenomena cuaca El Nino yang memanas.
Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA) memperkirakan ada satu dari tiga kemungkinan bahwa tahun 2024 akan lebih hangat dibandingkan tahun 2023 -- dan kepastian 99 persen bahwa tahun 2024 akan menjadi salah satu dari lima tahun terpanas yang pernah ada.
Ahli iklim NASA, Gavin Schmidt, dan direktur Institut Studi Luar Angkasa Goddard NASA, memperkirakan kemungkinannya bahkan lebih tinggi.
"Saya perkirakan 50-50: 50 persen kemungkinan akan menjadi lebih hangat, dan 50 persen kemungkinan akan menjadi sedikit lebih dingin," katanya kepada AFP. Ada tanda-tanda perubahan "misterius" pada sistem iklim bumi, namun hal ini akan membutuhkan lebih banyak data untuk mengkonfirmasi atau menyangkal, katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Badan cuaca dan iklim PBB mengatakan, Juli dan Agustus tahun lalu adalah dua bulan terpanas yang pernah tercatat, dan secara resmi mengkonfirmasi bahwa tahun 2023 adalah tahun terpanas yang pernah tercatat "dengan selisih yang sangat besar".
Perjanjian iklim Paris tahun 2015 bertujuan untuk membatasi pemanasan global hingga di bawah dua derajat Celcius di atas tingkat pra-industri - dan 1,5 derajat Celcius jika memungkinkan.
WMO mengatakan rata-rata suhu global tahunan pada tahun 2023 adalah 1,45 derajat Celcius di atas suhu pra-industri (1850-1900) - meskipun salah satu dari enam kumpulan data yang diandalkannya, organisasi penelitian nirlaba Berkeley Earth, menempatkan angka tersebut setinggi 1,54 derajat Celcius.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekretaris Jenderal WMO yang baru Celeste Saulo memperingatkan, El Nino yang muncul pada pertengahan tahun 2023, kemungkinan akan semakin memanas pada tahun 2024.
Pola iklim yang terjadi secara alami, biasanya dikaitkan dengan peningkatan panas di seluruh dunia, biasanya meningkatkan suhu global pada tahun setelah terjadinya.
Peralihan dari pendinginan La Nina ke pemanasan El Nino pada pertengahan tahun 2023 jelas tercermin dari kenaikan suhu, ujarnya.
"Mengingat El Nino biasanya memiliki dampak terbesar terhadap suhu global setelah mencapai puncaknya, tahun 2024 bisa menjadi lebih panas lagi."
Tantangan Terbesar Umat Manusia
NOAA mengatakan suhu permukaan global pada tahun 2023 adalah 1,18 derajat Celcius di atas rata-rata abad ke-20, dan lebih panas dibandingkan tahun terpanas berikutnya, 2016, dengan selisih rekor sebesar 0,15 derajat Celcius.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!