Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Singapura Sahkan UU Penyaring Investasi untuk Keamanan Nasional

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Singapura Sahkan UU Penyaring Investasi untuk Keamanan Nasional Doc: ISTIMEWA
Ket. Singapura

SINGAPURA - Singapura, pada Selasa (9/1), mengesahkan undang-undang (UU) yang memungkinkan negara tersebut menyaring investasi pada segelintir entitas yang dianggap penting bagi kepentingan keamanan nasional. Kebijakan ini akan berlaku bagi investasi lokal dan asing sehingga memastikan adanya kesetaraan bagi semua investor.

Dikutip dari The Straits Times, Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Gan Kim Yong, mengatakan pemerintah telah menghubungi semua entitas yang sedang dipertimbangkan untuk ditunjuk berdasarkan RUU Tinjauan Investasi Signifikan.

"Artinya, kalau belum didekati berarti tidak dipertimbangkan saat ini," ujarnya.

Daftar entitas yang ditunjuk akan diumumkan dalam Lembaran Negara setelah UU tersebut mulai berlaku, yang diperkirakan akan berlaku dalam waktu beberapa bulan.

Berbicara di parlemen, Gan mengatakan undang-undang tersebut menjadi penting karena dunia menjadi semakin kompleks, dan lingkungan ekonomi semakin tidak menentu dan penuh tantangan.

Ia menyebutkan tantangan-tantangan seperti konflik militer yang telah mengganggu pasokan energi dan pangan, serta meningkatnya proteksionisme di tengah ketegangan geopolitik.

"Sebagai perekonomian terbuka, kita mungkin rentan terhadap aktor-aktor yang mungkin berusaha melemahkan kepentingan keamanan nasional kita melalui kepemilikan dan kendali atas entitas bisnis penting," kata menteri.

"Kita harus terus-menerus meninjau dan memperbarui rezim peraturan kita, untuk mengimbangi perubahan dalam lanskap ekonomi global dan untuk memperkuat ketahanan perekonomian kita dalam menghadapi ancaman-ancaman baru."

Ramah Investor

Dia menambahkan RUU tersebut telah dikalibrasi secara cermat untuk menyeimbangkan antara pengawasan yang memadai atas kepemilikan dan kendali entitas-entitas penting ini, sekaligus memastikan bahwa perekonomian Singapura tetap terbuka dan ramah terhadap bisnis dan investor.

Banyak dari 12 anggota parlemen yang berbicara mengenai RUU tersebut meminta kejelasan lebih lanjut mengenai definisi kepentingan keamanan nasional, termasuk Foo Mee Har (GRC/Group Representation Constituency Pantai Barat) dan Yip Hon Weng (Yio Chu Kang) dari Partai Aksi Rakyat, Calon Anggota Parlemen, Neil Parekh dan Anggota Parlemen Partai Pekerja, Louis Chua (Sengkang GRC).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
Luar Negeri
WHO Serukan Negara-Negara C...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.