Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hancur oleh Serangan dan Penjarahan

📅 Kamis, 11 Jan 2024, 06:25 WIB | Oleh:
Hancur oleh Serangan dan Penjarahan Doc: afp/ Ludovic MARIN

Niniwe atau Niniveh merupakan kota kuno di Mosul, Irak, yang merupakan salah satu kota tertua dan terbesar di zaman kuno. Istananya sangat besar dan megah sehingga sering disebut sebagai "istana tanpa saingan".

Setelah kota ini dihancurkan pada tahun 612 SM oleh koalisi yang dipimpin oleh Babilonia, kota ini pun ditinggalkan setelah isinya dijarah, dibakar, dan tidak dihuni ini akhirnya terkubur oleh debu dan pasir.

Reruntuhan Niniwe yang terkubur ditemukan dan digali oleh Austin Henry Layard pada 1846 dan 1847. Penelitian lebih lanjut dilakukan oleh Campbell Thompson dan George Smith yang hasil penelitian mereka mengungkap betapa megahnya kota itu pada zaman dahulu.

Situs Kota Niniwe sekarang dikenal dengan dua gundukan yang menutupinya. Pada 1990-an situs tersebut dirusak, sejumlah panel yang terpelihara dengan baik dirusak dan dicuri yang kemudian dijual di pasar barang antik. Pada 2015, ISIS juga merusak peninggalan penting ini. Saat ini reruntuhan Niniwe berada dalam bahaya karena merambahnya wilayah perkotaan di pinggiran Mosul dan telah dirusak oleh tindakan vandalisme lebih lanjut.

Pada 2010, Global Heritage Fund memasukkan reruntuhan tersebut ke dalam Dua Belas Situs Terancam Punah karena beberapa alasan. Namun, dahulu kala, kota ini merupakan salah satu kota terbesar di Mesopotamia, rumah bagi Dewi Ishtar, dan tidak ada keraguan bahwa Sanherib, serta raja-raja yang membangun sebelum dan sesudahnya, percaya bahwa kejayaan Niniwe akan bertahan selamanya.

Meskipun kota-kota besar lainnya di Mesopotamia kuno dapat dikenali dari reruntuhannya, kota Niniwe tidak memiliki jejak sama sekali.

Sementara itu para ahli baru-baru ini mengklaim bahwa Taman Gantung Babilonia yang terkenal sebenarnya terletak di Niniwe dan dibangun di bawah pemerintahan Sanherib. Sejarawan Christopher Scarre menulis, istana Sanherib memiliki semua perlengkapan yang biasa dimiliki kediaman besar Asiria, figur penjaga yang sangat besar dan relief batu yang diukir secara mengesankan.

Penelitian terbaru oleh Assyriologist Inggris, Stephanie Dalley, menyatakan bahwa kota ini adalah lokasi taman gantung yang terkenal, salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Para penulis sebelumnya menempatkan Taman Gantung di Babilonia, namun penelitian ekstensif gagal menemukan jejaknya. Catatan kebanggaan Sanherib mengenai taman-taman istana yang ia ciptakan di Niniwe cocok dengan Taman Gantung dalam beberapa detail penting. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

59 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.