Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Guru Besar Psikologi Ukrida Paparkan Pementasan Sosiodrama Gempa Yogyakarta di USA

📅 Senin, 08 Jan 2024, 20:11 WIB | Oleh:
Guru Besar Psikologi Ukrida Paparkan Pementasan Sosiodrama Gempa Yogyakarta di USA Doc: istimewa
Ket. Guru Besar Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Johana Endang Prawitasari (Ketiga kanan), menjadi pembicara di Amerika Serikat (USA), tepatnya di Harvard University dan UCLA Center for Southeast Asia Studies.

JAKARTA - Guru Besar Psikologi Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida), Johana Endang Prawitasari, menjadi pembicara di Amerika Serikat (USA). Kegiatan tersebut dalam rangka memenuhi undangan sebagai pembicara dalam kuliah umum di Harvard University dan UCLA Center for Southeast Asia Studies di USA, yang mengusung topik The Psychology of Indonesian Communities on Javanese Cultural Psychology.

Johana memaparkan kondisi sosial masyarakat di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta pasca gempa bumi 27 Mei 2006. Contoh yang sekaligus menjadi studi kasus ini kemudian menjadi pembahasan yang menarik dan interaktif.

"Latar belakang kegiatan penelitian berlanjut ke pengabdian pada masyarakat, dimana gempa tahun 2006 tersebut menyisakan penderitaan, peluang sekaligus tantangan. Selain pemberian bantuan, ditemukan juga potensi masalah sosial karena dirasakan adanya ketidakadilan distribusi bantuan," ujar Johana, dalam keterangannya, Senin (8/1).

Dia menerangkan, pasca musibah gempa bumi itu ternyata terjadi ketidakadilan distribusi bantuan. Warga masyarakat korban gempa memperoleh bantuan dana karena memiliki KTP setempat, sementara yang rumahnya hancur karena gempa malah tidak memperoleh bantuan dana karena tidak memiliki KTP setempat.

"Setelah melalui dialog dalam komunitas kemudian bersama masyarakat setempat secara khusus disajikan sosiodrama (social artistry) pasca gempa, dimana melalui pentas seni itu tercermin terjadinya konflik sosial," jelasnya.

Jogana menuturkan, setelah beberapa waktu, untuk menyikapi kondisi demikian, setiap RT atau dusun membuat skenario drama sendiri sebelum, saat, dan setelah gempa. Dalam proses latihan drama terjadi gotong royong dan kerukunan mulai terjalin.

Dia menambahkan, hal tersebut menjadi salah satu upaya bersama guna mengatasi trauma sosial yang terjadi. Dia menyebut, masyarakat setempat merespon kegiatan sosiodrama dengan sangat positif.

"Tujuan pementasan sosiodrama tersebut adalah agar konflik sosial itu dapat tercermin untuk kemudian bisa mencari solusi bersama," ucapnya.

Kuliah umum di Harvard University dan UCLA Center for Southeast Asia Studies, USA, menjadi representasi Ukrida sebagai salah satu Kampus Kristen Terbaik di Indonesia. Melalui para profesornya, Ukrida terus memberi dampak bagi sesama hingga taraf internasional, sesuai dengan mottonya Lead to Impact.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.