Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korban Jiwa Akibat Gempa di Jepang Capai 100 Orang

📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korban Jiwa Akibat Gempa di Jepang Capai 100 Orang Doc: AFP/Toshifumi KITAMURA
Ket. Gempa merobohkan gedung tujuh lantai dan memicu kobaran api yang menghanguskan seluruh area pasar di Wajima, Jepang.

SUZU - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi tepat pada Tahun Baru di Jepang mencapai 100 orang, Sabtu (6/1), lebih dari 200 orang belum ditemukan.

Tim penyelamat menyaring puing-puing reruntuhan bangunan saat fokus beralih pada evakuasi jenazah, lima hari setelah gempa.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah, sementara 211 orang masih belum ditemukan di wilayah Ishikawa di pulau utama Honshu Jepang, kata pihak berwenang.

Pekerjaan ribuan petugas penyelamat terhambat oleh cuaca buruk - karena diperkirakan akan turun salju pada hari Minggu, dan jalan-jalan retak menganga serta tertimpa pohon dan batu yang tumbang.

Dua wanita lanjut usia dievakuasi dari reruntuhan rumah mereka pada Kamis.

Di Suzu, di mana puluhan rumah kini menjadi reruntuhan, seekor anjing menggonggong saat tim AFP memfilmkan operasi pembersihan pada hari Jumat, sebuah tanda adanya penemuan korban.

"Pelatihan anjing penyelamat bencana dimulai dengan sesuatu yang mirip dengan permainan petak umpet," kata pelatih anjing Masayo Kikuchi kepada AFP.

"Mereka dilatih menggonggong saat melihat ada orang di bawah reruntuhan."

Rumah-rumah yang berisi korban jiwa yang ditemukan akan ditandai dan dibiarkan begitu saja sampai petugas datang bersama kerabat korban untuk mengidentifikasi jenazah tersebut.

Di kota pelabuhan, perahu nelayan tenggelam atau terangkat seperti mainan ke pantai akibat gelombang tsunami yang juga dilaporkan menghanyutkan satu orang.

Di dekat Wajima, kebakaran besar menghancurkan ratusan bangunan pada hari pertama dan merobohkan gedung tujuh lantai.

"Saya sedang bersantai di Hari Tahun Baru ketika gempa terjadi. Semua kerabat saya ada di sana dan kami bersenang-senang," kata Hiroyuki Hamatani (53) di tengah mobil yang terbakar dan tiang telegraf yang tumbang.

"Rumah itu masih berdiri tapi sekarang sudah jauh dari layak huni... Saya tidak punya ruang dalam pikiran saya untuk memikirkan masa depan," katanya kepada AFP.

Pihak berwenang mengatakan pada Sabtu pagi bahwa 211 orang belum ditemukan, turun dari jumlah sebelumnya yaitu 222 orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.