Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beijing Minta Politisi Amerika Serikat Berhenti Jadikan China Topik Pembicaraan

📅 Sabtu, 06 Jan 2024, 05:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Beijing Minta Politisi Amerika Serikat Berhenti Jadikan China Topik Pembicaraan Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin saat menyampaikan keterangan kepada media di Beijing, China pada Jumat (5/1/2024).

Beijing - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin meminta para politisi Amerika Serikat berhenti menjadikan negaranya sebagai topik pembicaraan.

Wang menyampaikan hal itu terkait dengan laporan Komite Pengawasan dan Akuntabilitas dari Partai Demokrat di Kongres AS yang menyatakan pemerintah China dan entitas lain yang dikendalikan Beijing menghabiskan lebih dari 5,5 juta dolar AS untuk properti milik Donald Trump saat menjabat presiden AS.

"Saya tidak tahu tentang klaim tersebut," kata Wang kepada media di Beijing pada Jumat.

Laporan itu menyebutkan jumlah yang dikeluarkan pemerintah China adalah pembayaran terbesar dari 20 negara yang membayar senilai total 7,8 juta dolar AS untuk bisnis dan properti milik Trump selama menjabat presiden AS, yaitu untuk membayar hotel milik Trump di Washington DC, New York dan Las Vegas.

Partai Demokrat mengungkapkan dokumen yang didapat dari bekas firma akuntan Trump bernama Mazars USA itu menimbulkan dugaan kemungkinan adanya upaya mempengaruhi Trump melalui perusahaan-perusahaannya saat menduduki Gedung Putih.

Sebagai contoh, Partai Demokrat menunjukkan fakta bahwa Trump menolak menjatuhkan sanksi terhadap Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) yang merupakan bank milik pemerintah China yang menyewa properti di Trump Tower di New York.

Pada 2016, Departemen Kehakiman AS menuduh bank tersebut bersekongkol dengan bank Korea Utara guna menghindari sanksi AS.

Namun setelah menjabat, Trump tak memberikan sanksi kepada ICBC meskipun ada seruan dari anggota Kongres asal Partai Republik agar "menerapkan tekanan finansial dan diplomatik secara maksimum" kepada bank-bank China yang berbisnis dengan Korea Utara, tulis Komisi Pengawas Parlemen Partai Demokrat.

Trump menolak melepaskan aset dan properti perusahaan sebelum menjabat sehingga dia masih bisa mendapatkan keuntungan dari berbagai bisnisnya.

Negara lain yang masuk laporan itu adalah Arab Saudi yang menghabiskan 600 ribu dolar AS untuk membayar properti milik Trump selama Trump menjabat dan melakukan pembayaran dalam jumlah besar pada Mei 2017 ketika negara itu menandatangani perjanjian senjata dengan pemerintahan Trump.

Pemerintahan Trump menyetujui perjanjian senjata bernilai lebih dari 100 miliar dolar AS yang kontroversial karena kekhawatiran korban sipil akibat intervensi militer Arab Saudi di Yaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

18 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.