Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiongkok Kritik Permintaan AS ke Belanda agar Batasi Ekspor Semikonduktor

📅 Selasa, 02 Jan 2024, 23:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Kritik Permintaan AS ke Belanda agar Batasi Ekspor Semikonduktor Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin berbicara dalam konferensi pers di Beijing, Tiongkok, pada 2 Januari 2024.

Beijing - Tiongkok memprotes permintaan Amerika Serikat (AS) kepada perusahaan Belanda ASML untuk membatasi akses ekspor teknologi semikonduktor ke negara Tirai Bambu itu.

"Tiongkok menentang upaya AS yang terlalu memaksakan konsep keamanan nasional dan menggunakan segala macam dalih untuk memaksa negara lain agar ikut melakukan blokade teknologi terhadap Tiongkok," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Wenbin kepada media di Beijing pada Selasa.

ASML Holding NV diketahui membatalkan pengiriman beberapa mesinnya ke Tiongkok atas permintaan pemerintah AS beberapa pekan sebelum larangan ekspor semikonduktor mulai berlaku.

Padahal produsen teknologi asal Belanda itu memiliki izin untuk mengirimkan tiga mesin litografi ultraviolet ke perusahaan-perusahaan Tiongkok hingga Januari 2024 sebelum pembatasan di Belanda mulai diberlakukan sepenuhnya.

ASML memproduksi mesin litografi ultraviolet yang digunakan dalam pembuatan cip untuk berbagai perangkat teknologi seperti komputer, gawai, jam pintar, dan alat elektronik lainnya.

"Semikonduktor adalah industri yang sangat mengglobal. Dalam perekonomian dunia yang sangat terintegrasi, praktik hegemoni dan intimidasi yang dilakukan AS sangat melanggar aturan perdagangan internasional, melemahkan struktur industri semikonduktor global, berdampak pada keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan internasional serta tentunya akan menjadi bumerang," kata Wang Wenbin.

Tiongkok, kata dia, mendesak Belanda untuk menjunjung tinggi posisi dan prinsip pasar yang obyektif dan adil serta menghormati kontrak yang telah disepakati.

"Kemudian mengambil tindakan nyata untuk melindungi kepentingan bersama Tiongkok dan Belanda serta perusahaan kedua negara, dan menjaga stabilitas rantai industri, pasokan serta lingkungan perdagangan internasional yang bebas, terbuka, adil dan tidak diskriminatif," kata Wang Wenbin.

Dia menyebut pemerintah Tiongkok akan mengikuti secara cermat perkembangan yang relevan dan dengan tegas menjaga hak dan kepentingannya yang sah.

AS disebut-sebut khawatir dengan kemampuan Tiongkok memproduksi semikonduktor tercanggih di dunia, yang memiliki aplikasi kecerdasan buatan dan militer.

Tekanan AS terhadap ASML sudah dimulai sejak 2019, ketika pemerintahan Presiden Donald Trump mendorong pemerintah Belanda untuk melarang penjualan mesin litografi ultraviolet ASML yang paling mutakhir ke Tiongkok.

ASML adalah satu-satunya produsen teknologi dalam pembuatan semikonduktor yang memberi daya berbagai perangkat elektronik.

Pemerintah Belanda semakin memperketat kendali ekspor terhadap Tiongkok tahun lalu dengan membatasi mesin DUV, lini produk lain yang ditawarkan perusahaan tersebut mulai 1 Januari 2024.

Akibat larangan tersebut, impor mesin litografi ke Tiongkok melonjak lebih dari lima kali lipat menjadi 3,7 miliar dolar AS, menurut data bea cukai Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.