Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Pasar Modal Indonesia Tumbuh 17,60 Persen

📅 Kamis, 28 Des 2023, 09:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Pasar Modal Indonesia Tumbuh 17,60 Persen Doc: istimewa

JAKARTA - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 12,13 juta Single Investor Identification (SID) per 20 Desember 2023 atau tumbuh 17,60 persen dibandingkan per 31 Desember 2022 sebanyak 10,31 juta SID atau year to date (ytd).

Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (27/12), menjelaskan dari jumlah tersebut sekitar 99,66 persen merupakan investor individu dan 0,34 persen merupakan investor institusi. Kemudian, investor saham dan surat berharga lainnya sebanyak 5,23 juta SID, investor reksa dana sebanyak 11,37 juta SID, serta investor surat berharga negara atau SBN sebanyak 999 ribu SID.

Dari sisi demografi, investor pasar modal masih didominasi oleh 62,33 persen laki-laki, 56,47 persen usia di bawah 30 tahun, 32,99 persen pegawai (negeri, swasta dan guru), 64,73 persen lulusan SMA, 46,32 persen berpenghasilan 10-100 juta per bulan, serta 68,14 persen berdomisili di Pulau Jawa.

"Dominasi anak muda pada demografi investor juga ditandakan dengan tingginya jumlah kepemilikan reksa dana melalui agen penjual efek reksa dana (selling agent/ SA) berbasis financial technology (fintech)," ujar Direktur Penyelesaian, Kustodian dan Pengawasan Eqy Essiqy.

Eqy melanjutkan hal tersebut membuktikan platform digital menjadi sarana yang paling banyak dimanfaatkan oleh investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Lebih lanjut, jumlah aset saham dan surat berharga lainnya yang tercatat di sistem C-BEST KSEI meningkat 14,86 persen (ytd) menjadi 7.715 triliun pada 20 Desember 2023, sedangkan, jumlah saham dan surat berharga lainnya meningkat 16,73 persen (ytd) mencapai 2.874 saham dan surat berharga lainnya.

Dari kinerja reksa dana, jumlah Asset Under Management (AUM) yang tercatat di KSEI menurun 3,76 persen (ytd) dari Rp797,31 triliun pada 2022 menjadi Rp767,32 triliun pada 20 Desember 2023, dengan jumlah produk reksa dana menurun 6,84 persen (ytd) menjadi 2.249 pada 20 Desember 2023.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.