Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Tantangan dan Risiko, Riset Ungkap 3 Dilema Profesi Jurnalis

📅 Sabtu, 23 Des 2023, 13:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Tantangan dan Risiko, Riset Ungkap 3 Dilema Profesi Jurnalis Doc: the conversation/shutterstock/wellphoto
Ket. Ilustrasi.

Wisnu Prasetya Utomo, University of Sheffield

Jurnalis adalah salah satu profesi yang berperan signifikan dalam suatu negara. Ini karena lembaga pers merupakan institusi sosial yang berfungsi sebagai lembaga kontrol.

Namun, profesi jurnalis kini menghadapi banyak tantangan dan resiko, termasuk kerentanan dalam hal stabilitas finansial dan keberlangsungan karier.

Sepanjang tahun 2020-2022, saya mewawancarai 50 jurnalis dari beragam latar belakang, dari yang baru masuk industri media sampai yang sudah belasan tahun berprofesi sebagai jurnalis. Salah satu kesimpulan yang saya dapat: profesi jurnalisme menjadi semakin rentan secara finansial dan jurnalis semakin terindividualisasi.

Individualisasi berarti bahwa corak kerja yang ada semakin mengisolasi jurnalis untuk fokus pada diri sendiri, misalnya harus menguasai berbagai keterampilan sekaligus, tanpa sempat untuk memupuk solidaritas kolektif dalam serikat pekerja. Konsekuensinya, problem yang muncul hanya dianggap sebagai problem individu, alih-alih problem struktural yang membutuhkan jawaban struktural.

Tak heran, kini profesi jurnalis hanya menjadi batu loncatan bagi para kaum muda sebelum berpindah ke industri lain yang lebih menjanjikan stabilitas finansial. Dampaknya, industri media pelan-pelan kehilangan generasi jurnalis berkualitas dan terbaiknya.

Dilema jurnalis

Studi terbaru tentang kondisi kerja dan kerentanan jurnalis di era digital di Indonesia menemukan bahwa perkembangan era teknologi digital, terlepas dari banyak dampak positifnya, telah membentuk pengalaman jurnalis muda sekaligus membuat kondisi kerja para jurnalis menjadi semakin rentan.

Berdasarkan temuan wawancara yang saya lakukan dengan meminjam kerangka dari studi tersebut, saat ini ada tiga dilema yang dihadapi para jurnalis.

Pertama, dilema terkait status dan hubungan kerja.

Jurnalis yang merupakan pekerja tetap menyampaikan bahwa kondisi kesejahteraan mereka masih terbatas. Keterbatasan ini di antaranya meliputi minimnya perhatian perusahaan media terhadap kesehatan mental bahkan tidak didaftarkan pada BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Sementara, bagi jurnalis yang bekerja lepas (freelance), sebagaimana karakter pekerja prekariat, fleksibilitas dalam mengatur jam kerja memang menawarkan kebebasan. Tetapi, pandemi membuat ruang gerak mereka terbatas.

Biasanya, jurnalis freelance yang bisa bertahan adalah mereka yang sudah bekerja lebih dari 10 tahun dan sudah memiliki jejaring yang relatif luas. Ini menjadi semacam privilese yang jarang sekali didapatkan oleh jurnalis-jurnalis muda yang sejak awal memutuskan untuk freelance.

Berdasarkan temuan wawancara yang saya lakukan, status pekerja tetap dan pekerja lepas sama-sama memiliki karakter kerentanan yang berimplikasi pada kekhawatiran akan jaminan sosial dan jenjang karier di masa depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

25 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.