Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Universitas Harvard Dituduh Menjiplak 40 Karya Ilmiah

📅 Kamis, 21 Des 2023, 15:53 WIB | Oleh:
Presiden Universitas Harvard Dituduh Menjiplak 40 Karya Ilmiah Doc: Istimewa
Ket. Claudine Gay, orang kulit Hitam pertama dan menjadi presiden sejak Universitas Harvard didirikan pada tahun 1640.

CAMBRIDGE - Presiden Universitas Harvard, Claudine Gay, pada Selasa (19/12), dilaporkan ke Harvard Corporation atas lebih dari 40 tuduhan tindakan plagiarisme atau penjiplakan atas karya penelitian orang lain.

Menurut dokumen setebal 37 halaman yang diperoleh Washington Free Suar, terdapat lusinan kasus di mana Gay, seorang ilmuwan politik, diduga mengutip atau memparafrasekan penulis tanpa atribusi yang tepat dalam karya akademisnya, melanggar aturan ketat sekolah Ivy League.


Dilansir oleh New York Post, outlet tersebut melaporkan bahwa mereka secara independen memverifikasi kebenaran tuduhan tersebut bersama dengan identitas penulisnya, seorang profesor terhormat di universitas lain, yang meminta anonimitas.

"Tidak mungkin kantor Anda telah meninjau keseluruhan materi ini, karena banyak yang belum pernah dilaporkan atau diserahkan sebelumnya," demikian bunyi pengaduan yang diajukan ke Harvard tersebut

Tuduhan plagiarisme terhadap Gay pertama kali muncul awal bulan ini, dengan tuduhan bahwa dia membajak karya sarjana lain dalam tesis doktoralnya pada tahun 1997 dan bahwa empat makalah yang diterbitkan antara tahun 1993 dan 2017 tidak memiliki atribusi yang tepat.

Carol Swain, mantan profesor ilmu politik di Vanderbilt University, mengatakan, Gay menyalin bagian dari bukunya tahun 1993, "Black Faces, Black Interests: The Representation of African American in Congress," serta sebuah artikel yang diterbitkan pada tahun 1997 berjudul, "Women and Orang kulit hitam di Kongres: 1870-1996."

"Nona Gay tidak punya masalah mengikuti jejak orang-orang yang pekerjaannya dia gunakan tanpa atribusi yang tepat. Banyak dari mereka yang pekerjaannya dicurinya tidak sebegitu marahnya saya. Mereka adalah elit yang mendapat manfaat dari sistem yang melindungi sistemnya sendiri," katanya dalam sebuah esai untuk Wall Street Journal.

Setelah tuduhan tersebut, The Post mengungkapkan bagaimana Harvard menutupi penyelidikan selama berminggu-minggu mengenai apakah Gay telah menggunakan karya peneliti lain tanpa memberikan penghargaan dan menyewa firma hukum untuk membantu menutupinya.

Bulan ini, Harvard Corporation, badan pengelola tertinggi kampus tersebut mengatakan, para pejabat menyadari adanya klaim plagiarisme pada akhir Oktober dan memulai tinjauan independen. Mereka kemudian menyatakan bahwa mereka telah menemukan tiga contoh "kutipan yang tidak memadai" di pihak Gay, namun tidak ada pelanggaran.

"Gay mendapat dukungan bulat dari dewan universitas," tambah Harvard Corporation.

Dalam sebuah pernyataan kepada Boston Globe, Gay dengan keras membela ketelitian akademisnya. "Saya memegang teguh integritas beasiswa saya. Sepanjang karier saya, saya telah berupaya memastikan beasiswa saya mematuhi standar akademik tertinggi."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.