Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DNA dan Bahasa Orang dari Lembah Sungai Barito

📅 Kamis, 21 Des 2023, 06:25 WIB | Oleh:
DNA dan Bahasa Orang dari Lembah Sungai Barito Doc: David Burney/The Conversation

Tidak bisa dipungkiri Madagaskar pernah memiliki hubungan erat dengan Indonesia. Dalam sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society pada 2012, pulau ini pertama kali dijelajahi oleh sekelompok kecil orang Indonesia yang melintasi Samudra Hindia sekitar 1.200 tahun yang lalu.

Penelitian berdasarkan studi DNA tersebut, yang menambah bukti-bukti yang menunjukkan bahwa orang Indonesia menjadi yang pertama sampai ke wilayah ini, bukan orang Afrika. Berdasarkan analisis DNA mitokondria dari 266 orang Madagaskar dan 2.745 perempuan Indonesia, mereka memiliki kesamaan.

DNA mitokondria diturunkan dari generasi ke generasi melalui ibu dan biasanya digunakan untuk menentukan asal usul genetik. Dari studi ini menyimpulkan bahwa sekitar 30 perempuan Indonesia dan jumlah laki-laki yang tidak diketahui jumlahnya, membentuk populasi manusia di Madagaskar.

Di wilayah pesisir Madagaskar, populasinya memang didominasi oleh masyarakat keturunan Afrika, namun di dataran tinggi, penduduknya lebih banyak merupakan keturunan Indonesia, ketimbang dari benua Afrika yang berada di dekatnya. Setelah itu etnis lain Arab datang belakangan, sehingga berkontribusi terhadap kekayaan keragaman budaya Madagaskar saat ini.

Hasilnya ini memang tidak terlalu mengejutkan. Kelompok etnis yang dominan di Madagaskar memiliki kemiripan fisik dengan masyarakat Indonesia modern dan menggunakan bahasa yang paling mirip dengan bahasa Ma'anyan yang digunakan di lembah Sungai Barito di Kalimantan, Indonesia.

Mereka juga memiliki praktik budaya yang sama, termasuk ritual penguburan dan preferensi yang kuat terhadap nasi. Para arkeolog juga menemukan artefak asal Indonesia di Madagaskar, termasuk perahu cadik dan perkakas besi.

Namun penelitian terbaru itu tidak dapat menentukan bagaimana penjajah Indonesia awalnya mencapai Madagaskar. Namun penelitian lain menunjukkan bahwa mereka mungkin berlayar melintasi Samudra Hindia dengan perahu ketika pola angin musiman akan memfasilitasi pelayaran lintas samudra dari Asia tenggara.

Yang mengherankan, Pulau Madagaskar, pulau terbesar di Samudra Hindia, terletak sekitar 400 kilometer dari Afrika dan 6.400 kilometer dari Indonesia. Keterisolasiannya pulau ini dibuktikan dengan sebagian besar mamalia, separuh burung, dan sebagian besar tumbuhan tidak ada di tempat lain di Bumi.

Temuan lain yang diterbitkan dalam American Journal of Human Genetics menunjukkan bahwa manusia yang menghuni Madagaskar memiliki separuh dari garis keturunan genetik mereka berasal dari pemukim dari wilayah Kalimantan, dan separuh lainnya dari Afrika timur. Sedangkan bukti arkeologis menunjukkan bahwa pemukiman ini terjadi sekitar 1500 tahun yang lalu. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.