Pemilih Muda Diajak Gunakan Hak dengan Cerdas dan Efektif
📅 Senin, 18 Des 2023, 11:35 WIB | Oleh: Tim PenulisIndonesia bersama Pancasila terbukti mampu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah tantangan ideologi lain yang mencoba merangsek. Karenanya, rakyat harus dapat senantiasa menjaga kestabilan khususnya dalam momen pesta demokrasi ini.
"Kita harus menyadari dalam era digital ini, sifat buruk bangsa Indonesia benar-benar tergali. Kita tak sadar menjadi pribadi yang melodramatis,mudah terjebak pada romantisme dan keemasan masa lalu serta menjadi mereka yang bersumbu pendek, mereka yang menjadi komunitas pengiya kata yang membagikan hal dan informasi tanpa menyaringnya terlebih dahulu.
Karenanya, Benny mengharapkan peserta seminar kebangsaan dapat menjadi agen perubahan, agen demokrasi, dan agen pengedukasi dalam upaya menjaga pemilu yang berkualitas.
Lebih lanjut Doktor Komunikasi Politik ini menyatakan, para pemilih potensial adalah generasi Z. Mereka harus diajak untuk dapat memilih secara rasional dan tidak terjebak memilih atas dasar afeksi, pengkultusan figur tertentu, politik identitas dan romantisme masa lalu yang digunakan pihak yang tidak bertanggungjawab untuk meraih kekuasaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita harus membuat masyarakat, khususnya gen Z, sadar bahwa martabat tidak bisa direduksi dengan uang dan identitas , dan menjadi bermartabat berarti mereka benar-benar bisa memilih atas dasar pikiran sehat,dan terhormat. Mereka memilih berdasarkan kenyataan bahwa demokrasi tidak memberi jaminan kesejahteraan namun memberi jaminan mengenai kemanusiaan, kehormatan, dan kesempatan.
Dalam kesempatan ini Benny juga menyatakan, sebagai agpn Perubahan, kiranya para peserta diskusi dapat memberi contoh dan edukasi politik kepada masyarakat di sekitarnya. Para peserta seminar dapat memberikan informasi kepada masyarakat bagaimana cara memilih pemimpin misalnya dengan metode analisa kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) pada setiap calon pemimpin yang akan dipilih, sehingga didapatkan pemimpin yang benar-benar efektif dan mampu bekerja sesuai ekspektasi masyarakat.
Staf khusus dari badan yang dikepalai Profesor Yudian Wahyudi ini mengakhiri paparannya dengan menyatakan: "Pada akhirmya, berkualitas atau tidaknya suatu pemilu tergantung kepada masyarakatnya. Jika masyarakat berkualitas, maka hasil pemilu akan berkualitas.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bonus demografi Indonesia cukup berpotensi, jika kita bisa menjaga pemilu dan pemerintahan damai, maka dalam 10-15 tahun lagi, kita bisa menjadi negara maju. Dan karenanya kita tidak boleh menjadi reaktif dan pesimis. Pemilu adalah panggilan kita semua untuk melaksanakan tugas mulia mencapai cita cita kemerdekaan. Walau upaya tersebut tidak dapat diraih dengan singkat, namun kita harus jaga agar tetap berlangsung dengan damai dan berkualitas" ujarnya dalam acara yang dihadiri 100 orang tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!