Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemilih Muda Diajak Gunakan Hak dengan Cerdas dan Efektif

📅 Senin, 18 Des 2023, 11:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemilih Muda Diajak Gunakan Hak dengan Cerdas dan Efektif Doc: istimewa
Ket. Kegiatan diskusi publik dengan tema “Memilih Cerdas, Memilih dengan Hati Nurani” dengan narasumber Stafsus Ketua Dewan BPIP Antonius Benny Susetyo.

JAKARTA - Pemilu 2024 akan menjadi pesta demokrasi terbesar bagi rakyat Indonesia. Selain memilih pemimpin di tingkat nasional, rakyat yang memiliki hak pilih juga menentukan pemimpin di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota.

Pemilu merupakan instrumen utama demokrasi yang memainkan peran sebagai alat sirkulasi elite dan kepemimpinan, sekaligus medium aktualisasi hak dan kewajiban politik seluruh warga negara.

Dalam gerak laju pelaksanaan pemilu, apa yang menjadi prinsip universal demokrasi menemukan momentum aktualisasinya: daulat rakyat, hak asasi manusia, kebebasan sipil, serta musyawarah mufakat.

Dengan terselenggaranya pesta demokrasi melalui pemilu yang dapat memilih pemimpin yang tepat, diharapkan kemajuan bangsa dan negara Indonesia yang dibuktikan dengan tercapainya Indonesia Emas dapat terlaksana.

Karena hal itulah Seksi Pelatihan dan Pengkaderan Seksi Hubungan Antar-agama dan Keyakinan Paroki Santo Nikodemus Ciputat menyelenggarakan kegiatan diskusi Publik dengan tema "Memilih Cerdas, Memilih dengan Hati Nurani". Harapannya, para pemilih khususnya pemilih pemula dapat menggunakan haknya dengan cerdas, tepat, dan efektif sekaligus dapat menciptakan suasana pesta demokrasi yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

Dalam acara yang diselenggarakan pada 17 November 2023 ini, Dr Max Tri Sambodo dari BRIN menyampaikan bahwa wawasan Indonesia Emas 2045 adalah sebuah gagasan ideal bagi Indonesia untuk menjadi negara berdaulat, maju, adil, dan makmur pada dirgahayu ke-100 yang jatuh pada tahun 2045.

"Pada tahun 2045, Indonesia akan menjadi negara berkekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) dan Paritas Daya Beli (PPP)," katanya.

Hal tersebut menjadi semakin relevan karena Indonesia memiliki segala potensi sumber daya untuk menjadi negara maju dan saat ini Indonesia berada pada periode Rasio Ketergantungan Penduduk yang paling rendah (Puncak Bonus Demografi), yang terjadi hanya satu kali dalam sejarah peradaban suatu negara.

"Oleh karena itu, usaha meraih Indonesia Emas harus dimulai sejalan dengan pesta demokrasi melalui pemilu 2024 yaitu dengan memilih pemimpin dan wakil masyarakat yang tepat dan sejalan dengan tujuan Wawasan Indonesia Emas 2045," katanya.

Selanjutnya, Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo yang hadir sebagai pembicara menyatakan, kita harus sadar bahwa pemilu sebagai sarana demokrasi yang ideal dan benar-benar adil adalah suatu hal yang utopis.

"Di lapangan kita menghadapi kenyataan ongkos pemilu yang mahal menjadikan hal yang seharusnya menjadi perayaan dan penghormatan terhadap demokrasi ini menjadi hal yang penuh intrik, dinamika dan transaksi," katanya.

"Pada, akhirnya kita harus kembali pada pandangan Romo Magnis tentang Minus Mallum atau Lesser Evil yang menyatakan bahwa kita harus memilih mereka yang dosanya paling sedikit dan karenanya sebelum pesta demokrasi yang akan diselenggarakan pada 2024, kita sudah harus mulai bisa memperhatikan para calon pemimpin dengan melihat rekam jejak, kestabilan psikologis, dan kemampuan mereka dalam berdiri bersama rakyat dan pemilih," lanjut pria yang akrab disapa Romo Benny.

Menurutnya, rakyat harus bisa melihat pemimpin mana yang memiliki keutamaan, yaitu mereka yang memiliki kematangan emosi, kearifan dan kebijaksanaan, menghormati keberagaman, hak asasi manusia, dan peduli pada mereka yang terpinggirkan.

Lebih lanjut Benny menyatakan, Indonesia adalah negara demokrasi dengan mayoritas Islam terbesar di dunia dan selama ini mampu melaksanakan demokrasi dengan baik dan suksesi kepemimpinan yang relatif damai dan tanpa kekerasan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.