Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

7 Kebijakan Energi yang Dapat Menyelamatkan 1 Miliar Nyawa pada 2100

📅 Senin, 18 Des 2023, 14:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
7 Kebijakan Energi yang Dapat Menyelamatkan 1 Miliar Nyawa pada 2100 Doc: The Conversation/The Canadian Press/Bill Braden
Ket. Asap tebal dari kebakaran hutan di Alberta utara dan British Columbia memenuhi udara pada pukul 9 pagi di Yellowknife, N.W.T.

Joshua M. Pearce, Western University

Dalam ulasan terkini terhadap lebih dari 180 artikel yang telah melalui tinjauan sejawat-yang saya lakukan bersama rekan peneliti Richard Parncutt, kami menemukan terdapat konsensus ilmiah yang disebut 1,000-ton rule (aturan 1.000 ton).

Aturan 1.000 ton menyatakan bahwa ada seorang terbunuh setiap kali umat manusia membakar 1.000 ton karbon dari energi fosil.

Yang mengejutkan, kami menemukan kenaikan suhu sebesar 2°C setara dengan satu miliar orang yang meninggal secara prematur pada abad berikutnya. Mereka meninggal akibat berbagai kerusakan iklim imbas pemanasan global.

Temuan-temuan ini berasal dari tinjauan literatur iklim untuk mengukur kematian manusia pada masa depan berdasarkan berbagai mekanisme.

Jumlah korban ini yang sangat besar. Meskipun amat pahit, prediksi ini konsisten dengan beragam bukti dan argumen dari berbagai disiplin ilmu.

Saat para pemimpin dunia berkumpul untuk konferensi iklim COP28 di Dubai pada 30 November-12 Desember, sebaiknya kita ingat bahwa keputusan mereka akan bertanggung jawab langsung atas kematian ataupun penyelamatan nyawa manusia yang sebenarnya.

Bagaimana perubahan iklim membunuh kita

Perubahan iklim akibat ulah manusia telah-dan akan terus-membunuh banyak manusia akibat kerusakan yang ditimbulkannya. Kematian disebabkan oleh jaringan kompleks mekanisme langsung, menengah, dan tidak langsung dari gangguan iklim bumi.

Dampak mematikan langsung dari perubahan iklim termasuk gelombang panas, yang menyebabkan kematian ribuan orang karena kombinasi panas dan kelembapan. Gelombang panas bahkan mengancam bayi.

Penyebab kematian menengah antara lain adalah kegagalan panen, kekeringan, banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan, dan naiknya permukaan air laut. Kegagalan panen, khususnya, dapat memperburuk kekurangan makanan dan kelaparan global.

Kekeringan yang lebih sering dan parah dapat menyebabkan lebih banyak kebakaran hutan yang juga menyebabkan kematian manusia. Situasi ini terjadi di Hawaii.

Kekeringan juga dapat membuat air terkontaminasi, lebih seringnya penyakit, dan kematian akibat dehidrasi.

Laporan Panel antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) 2022 memperkirakan bahwa kekeringan akan menyebabkan 700 juta orang di Afrika mengungsi pada 2030.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.