Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pangeran Harry Menangkan Gugatan Peretasan Ponsel oleh Tabloid Inggris

📅 Sabtu, 16 Des 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Pangeran Harry Menangkan Gugatan Peretasan Ponsel oleh Tabloid Inggris Doc: Istimewa
Ket. Keputusan tersebut menjadi kemenangan besar bagi keluarga kerajaan dalam kampanye jangka panjangnya melawan campur tangan media dalam lingkup privasi dan merupakan pukulan bagi pers tabloid Inggris.

LONDON - Pengadilan London pada hari Jumat (15/12) memutuskan memenangkan Pangeran Harry dalam gugatan yang diajukannya terhadap penerbit tabloid Inggris, sebuah kemenangan besar dalam pertarungan jangka panjang kerajaan dengan media berita Inggris dan pembenaran pribadi atas perjuangannya melawan campur tangan pers dalam hidupnya.

Dilansir oleh New York Times, hakim memutuskam terdapat bukti yang cukup bahwa media Mirror Group, yang memiliki beberapa terbitan, telah terlibat dalam pengumpulan informasi yang melanggar hukum, termasuk peretasan telepon dalam liputannya tentang Pangeran Harry dan penggugat lainnya.

Hakim Timothy Fancourt memutuskan bahwa informasi dalam 15 dari 33 artikel yang diajukan oleh pengacara Harry sebagai bukti peretasan telepon telah dikumpulkan secara tidak sah oleh jurnalis, dan dia harus membayar ganti rugi kepada kerajaan sebesar 140.600 poundstetling, atau sekitar 180.000 dolar AS. Dia mengatakan bahwa telepon pribadi Harry menjadi sasaran peretasan antara tahun 2004 dan 2009.

Gugatan yang bersifat perdata tersebut, adalah salah satu dari yang dilakukan Harry, bangsawan Sussex dan putra bungsu Raja Charles III, dan istrinya, Meghan, dalam menentang media berita tabloid Inggris terkait sejumlah kasus hak privasi.

Perjuangannya melawan media Inggris sering kali sangat kontras dengan pendekatan yang biasanya dilakukan keluarga kerajaan, dan keputusan tersebut diambil di tengah keretakan yang semakin dalam di kalangan keluarga kerajaan mengenai cara menangani pers.

Pangeran Harry, yang memoarnya "Spare", diterbitkan tahun ini, menggambarkan kemarahannya yang mendalam atas perlakuan tabloid terhadap mendiang ibunya, Putri Diana, dan merupakan anggota senior pertama keluarga kerajaan Inggris yang mengambil sikap tersebut sejak abad ke-19.

Keputusan tersebut tampaknya membenarkan langkah itu.

"Saya telah diberitahu bahwa membunuh naga akan membuat Anda terbakar, namun mengingat kemenangan hari ini dan pentingnya melakukan apa yang diperlukan untuk kebebasan dan kejujuran. Ini adalah harga yang pantas untuk dibayar," kata Harry dalam sebuah pernyataan yang dibacakan oleh pengacaranya setelah keputusan tersebut.

Keputusan tersebut juga dapat mempunyai implikasi luas bagi surat kabar tabloid Inggris, yang kemungkinan akan menghadapi tuntutan akuntabilitas yang lebih luas.

Harry menuduh para jurnalis di tabloid The Mirror, The Sunday Mirror, dan The Sunday People menargetkan dia dan orang-orang di lingkaran dalamnya dengan mendapatkan akses ke pesan suaranya, dan menggunakan metode melanggar hukum lainnya selama bertahun-tahun, sehingga menyebabkan dia "sangat tertekan."

Sebagian besar tindakan yang diuraikan dalam kasus ini terjadi antara tahun 1991 dan 2011, ketika Harry berada di urutan ketiga pewaris takhta Inggris, di belakang ayah dan kakak laki-lakinya, William.

Selama kasus ini, Harry memberikan kesaksian selama lebih dari tujuh jam di ruang sidang London pada bulan Juni. Pengacaranya mengajukan 147 artikel surat kabar sebagai barang bukti, puluhan di antaranya diperiksa secara forensik dalam persidangan.

Dalam kesaksiannya, Harry mengatakan bahwa cerita negatif tentang dirinya dan keluarganya yang tersebar di halaman depan surat kabar telah membuatnya tidak mempercayai teman-teman terdekatnya sekalipun. Dalam bukti tertulis, ia menyatakan bahwa metode yang digunakan oleh para editor dan jurnalis "berlumuran darah" dan sejauh mana mereka melakukan pemberitaan tentang dirinya dan keluarganya. Ibu Harry, Diana, meninggal dalam kecelakaan mobil pada tahun 1997 setelah dikejar oleh fotografer di Paris.

Selama kesaksiannya, Harry membahas artikel-artikel Mirror Group tentang kehidupannya, beberapa di antaranya ditulis ketika dia masih di sekolah dasar, yang sering kali mengungkapkan detail pribadi yang menyedihkan dan merusak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.