Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

“Wellness Tourism' Jadi Daya Pikat Turis Bertandang ke RI

📅 Kamis, 14 Des 2023, 17:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
“Wellness Tourism' Jadi Daya Pikat Turis Bertandang ke RI Doc: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/nym
Ket. Peserta mengikuti kegiatan meditasi bersama dalam rangkaian kegiatan Bali Art of Harmony di Pulau Nusa Dharma, Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (13/12)

JAKARTA - Tren wisatawan yang datang ke tempat yang berbeda dari tempat tinggalnya menjadikan daya tarik kekayaan budaya Nusantara dan dapat mendorong pengembangan destinasi wisata berbasis budaya salah satunya wellness tourism atau wisata kesejahteraan.

Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas, Wahyu Wijayanto, memaparkan hal itu dalam webinar nasional peta jalan industri pariwisata yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu (13/12).

"Terkait juga wellness tourism semakin berkembang, orang datang untuk tujuan spiritual dan kesehatan serta bagaimana mereka memperhatikan kesejahteraan dan keseimbangan hidup," ucap Wahyu.

Ia mengatakan kekayaan budaya di Nusantara mendorong wisatawan semakin tertarik untuk datang ke tempat yang sangat berbeda dengan kultur di tempat tinggalnya. Dengan ini Indonesia bisa mengembangkan destinasi berbasis budaya dan memanfaatkan teknologi smart tourism yang semakin berkembang.

Wahyu mengatakan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sektor pariwisata Indonesia pasca pandemi antara lain terus mendorong standar keamanan, kebersihan, dan segi pemasaran yang lebih efektif dengan memanfaatkan media sosial dan adopsi teknologi serta mendorong pariwisata berkelanjutan.

"Tentunya ada banyak hal yang harus ditingkatkan terkait destinasi atraksi, dan juga infrastuktur, kualitas lingkungan hidup, dan terkait dengan kebersihan, keamanan dan keselamatan," jelas dia.

Rencana pengembangan destinasi pariwisata sudah sepenuhnya ada dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, antara lain terkait mengaplikasikan prinsip kualitas wisata, eco tourism, serta bagaimana memenangkan pelaku perjalanan kelas atas. Penetapan dan manajemen yang baik juga menjadi faktor pendukung pengembangan destinasi wisata berkualitas.

Wahyu mengatakan target kunjungan wisatawan mancanegara dinilainya sudah memenuhi target sampai kuartal ketiga 2023 yakni sekitar 8-9 juta wisman, dari target 3,5-7,4 juta. Peningkatan lama tinggal wisatawan mancanegara dengan Gerakan Berwisata di Indonesia, juga menjadi upaya yang terus didorong pemerintah agar terjadi peningkatan belanja wisman yang dapat memengaruhi pencapaian devisa.

"Peluang ke depan untuk mengembangkan sektor pariwisata juga semakin berkembang antara lain bagaimana spending wisatawan semakin meningkat serta lifestyle tourism terus berkembang," ujar dia.

Wahyu pun berharap semakin banyak wisatawan yang datang ke Indonesia terlebih untuk destinasi super prioritas yang dikembangkan seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika dan Likupang serta menerapkan pariwisata yang berkelanjutan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

26 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.