Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perubahan Iklim Ancam Kehidupan Ikan Air Tawar

📅 Rabu, 13 Des 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Perubahan Iklim Ancam Kehidupan Ikan Air Tawar Doc: ISTIMEWA
Ket. GRETHEL AGUILAR Direktur Jenderal IUCN - Perubahan iklim mengancam keanekaragaman kehidupan yang ada di planet kita dan melemahkan kapasitas alam untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.

DUBAI - Penilaian yang diterbitkan oleh Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN), pada hari Senin (11/12), menyebutkan seperempat spesies ikan air tawar di seluruh dunia terancam punah, menyoroti meningkatnya dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia terhadap satwa liar di planet ini.

Dikutip dari The Straits Times, IUCN juga memperbarui daftarnya untuk mencerminkan ancaman perubahan iklim terhadap Salmon Atlantik, penyu hijau, dan pohon mahoni berdaun besar.

"Perubahan iklim mengancam keanekaragaman kehidupan yang ada di planet kita dan melemahkan kapasitas alam untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia," kata Direktur Jenderal IUCN, Grethel Aguilar, dalam sebuah pernyataan.

Dari hampir 15.000 spesies ikan air tawar yang dinilai, 25 persennya berisiko punah dan setidaknya 17 persen di antaranya menderita akibat perubahan iklim, termasuk fluktuasi permukaan air dan pergeseran musim.

IUCN mengurutkan risiko kepunahan suatu spesies dalam sembilan kategori mulai dari tidak dievaluasi hingga punah.

Salmon Atlantik mengalami penurunan sebesar 23 persen antara tahun 2006 dan 2020, naik statusnya dalam daftar dari paling tidak mengkhawatirkan menjadi hampir terancam.

"Pemanasan global mempengaruhi semua tahap siklus hidupnya, berkurangnya mangsa, memungkinkan berkembangnya spesies invasif, dan meningkatkan kematian salmon muda karena polusi air yang sebagian besar disebabkan oleh penebangan kayu dan pertanian," kata IUCN dalam sebuah pernyataan.

Terancam Punah

Penyu hijau di Pasifik Selatan Tengah dan Pasifik Timur masing-masing diklasifikasikan sebagai terancam punah dan rentan dalam pembaruan ini.

Meningkatnya suhu laut menurunkan keberhasilan penetasan dan mengurangi ketergantungan penyu hijau lamun sebagai makanan. Naiknya permukaan air laut membanjiri sarang dan menenggelamkan penyu muda, sementara penyu dewasa sering kali ditangkap dan dibunuh sebagai produk sampingan dari industri penangkapan ikan.

Pohon mahoni berdaun besar direklasifikasi dari rentan menjadi terancam punah karena pemanenan kayu yang tidak berkelanjutan dan perambahan pertanian di hutan tropis tempat pohon tersebut tumbuh. Namun, daftar yang diperbarui juga menunjukkan kekuatan upaya konservasi.

Kijang bertanduk pedang berubah dari punah di alam liar menjadi terancam punah setelah para pelestari lingkungan berhasil memperkenalkan kembali spesies itu di Chad.

Antelop saiga yang sebelumnya sangat terancam punah naik menjadi hampir terancam dalam daftar. Antara tahun 2015 dan 2022, populasinya, yang sebagian besar tinggal di Kazakhstan, meningkat sebesar 1.100 persen sebagai akibat dari tindakan dan penegakan hukum yang ketat terhadap perburuan liar.

Namun, kedua spesies ini berisiko mengalami peningkatan ancaman perubahan iklim di wilayah tempat mereka tinggal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.