Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Muhadjir: Perempuan Memiliki Peran Penting dalam Masa Depan Bangsa

📅 Jumat, 08 Des 2023, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Muhadjir: Perempuan Memiliki Peran Penting dalam Masa Depan Bangsa Doc: kemenkopmk.go.id

Menteri Koordinator Pembangunan Masyarakat dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk masa depan bangsa Indonesia.

"Dalam konteks ini, perhatian khusus diberikan kepada remaja putri, terutama terkait dengan isu kesehatan yang diawali dengan kasus anemia," kata Muhadjir dalam acara simposiumDampak Hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) terhadap Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM)di Jakarta, Rabu (6/12).

Menurut dia, anemia tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik perempuan saja, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap kesehatan generasi mendatang di Indonesia. Dia mengatakan bahwa masalah tersebut tidak bisa dianggap sepele, karena anemia tidak hanya mempengaruhi kondisi kesehatan individu, tetapi juga potensi negara dalam menghasilkan SDM yang berkualitas.

Muhadjir menilai betapa pentingnya memberikan pemahaman yang baik mengenai bahaya anemia pada usia remaja, terutama terkait dampaknya terhadap kesehatan rahim perempuan.

Menurut dia, pemahaman tersebut memiliki peran krusial dalam menangani kasusstunting, yang tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik, tetapi juga secara signifikan terkait dengan kesehatan reproduksi perempuan di masa depan.

"Menurut laporan Bank Dunia, 54 persen dari total 146 juta pekerja Indonesia memiliki riwayatstunting. Hal ini menjadi alasan mengapa SDM Indonesia belum sepenuhnya mampu bersaing secara kompetitif," ungkap Muhadjir.

Dia mengatakan bahwa kesadaran remaja akan anemia guna mencegah terjadinya kondisi anemia kronis di masa depan perlu ditingkatkan. Selain itu, kata dia, upaya juga difokuskan pada kondisi remaja menjelang pernikahan termasuk dalam hal memperhatikan kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum memutuskan untuk melahirkan.

Muhadjir menegaskan bahwa ada paradoks di masyarakat di mana sebagian tidak menginginkan pernikahan di usia muda, sementara yang lain ingin menikah muda tanpa persiapan ekonomi yang matang.

"Yang lebih bahaya lagi adalah pernikahan dari pasangan yang sama-sama dari golongan keluarga tidak mampu," ujar dia. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.