Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi SDA Butuh Dukungan Infrastruktur dan SDM

📅 Jumat, 08 Des 2023, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hilirisasi SDA Butuh Dukungan Infrastruktur dan SDM Doc: ISTIMEWA
Ket. Isa Rachmatarwata, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan

JAKARTA - Pemerintah terus mengakselerasi hilirisasi sumber daya alam (SDA) guna memacu pertumbuhan ekonomi nasional. Karenanya, percepatan hilirisasi SDA memerlukan dukungan penguatan infrastruktur, teknologi hingga sumber daya manusia (SDM).

"Keterbatasan infrastruktur meliputi kesiapan infrastruktur terutama terutama distribusi dan logistik, baik jalan, pelabuhan dan juga kebutuhan energi yang perlu terus kita tingkatkan," kata Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Isa Rachmatarwata dalam Simposium Praktisi dan Periset Ekonomi (Pareto) bertema The Downstream Industrialization of Natural Resources di Jakarta, Kamis (7/12).

Isa menuturkan upaya pengembangan hilirisasi komoditas sumber daya alam masih menghadapi sejumlah tantangan agar bisa bersaing secara global. Tantangan tersebut berasal dari keterbatasan dalam hal infrastruktur dan energi, sumber daya manusia, teknologi dan barang modal serta pembinaan dan pengendalian dalam tata kelola kebutuhan produksi hilir.

"Dalam beberapa tahun terakhir pembangunan infrastruktur menunjukkan tren meningkat yang cukup signifikan. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan infrastruktur antar wilayah," ujarnya.

Dia mengatakan masalah kesenjangan infrastruktur antar wilayah menyebabkan masih tingginya kesenjangan produktivitas masyarakat antar daerah yang terus harus ditangani. "Ini juga membuat minat para investor biasanya fokus pada daerah-daerah tertentu sementara sebenarnya kita menghendaki investasi di bidang hilirisasi sumber daya alam ini terjadi di banyak tempat secara tersebar di seluruh wilayah Indonesia," tuturnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Lebih lanjut, Isa menekankan kualitas SDM juga harus ditingkatkan untuk menyuplai tenaga kerja berkualitas dan berdaya saing tinggi dalam mendukung hilirisasi SDA. Untuk itu, perlu reorientasi peningkatan keahlian yang harus disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Kemandirian Ekonomi

Pada kesempatan lain, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan hilirisasi yang dicanangkan oleh pemerintah harus terus berjalan demi kemandirian ekonomi dan kedaulatan negara.

Bahlil mengatakan, penciptaan nilai tambah sangat penting untuk meningkatkan pendapatan negara. Sebelum dilakukannya hilirisasi, ekspor nikel pada 2017 hanya mencapai 3,3 miliar dollar AS. Sementara pada 2022 atau setelah hilirisasi diberlakukan, angkanya meningkat signifikan menjadi 33,8 miliar dolar AS. Angka tersebut hanya berasal dari satu sampai dua turunan nikel, belum termasuk Electric Vehicle (EV) baterai dan mobil listrik.

"Hilirisasi nikel tidak hanya berupa baterai mobil listrik saja. Dari nikel, Indonesia bisa membuat produk jadi seperti stainless steel, sendok, baja dan lainnya," ujar Bahlil usai pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Investasi 2023 di Jakarta, kemarin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.