Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atlet Russia dan Belarusia Tak Boleh Bawa Negara

📅 Kamis, 07 Des 2023, 06:53 WIB | Oleh:
Atlet Russia dan Belarusia Tak Boleh Bawa Negara Doc: Fabrice COFFRINI/AFP
Ket. Markas besar Komite Olimpiade Internasional (IOC) terlihat selama protes terhadap usulan peta jalan IOC untuk mengatur kembalinya kompetisi atlet Russia di bawah bendera netral, dengan syarat mereka “tidak secara aktif mendukung perang di Ukraina” di Lausanne, beberapa waktu lalu.

LAUSANNE - Perwakilan federasi olahraga internasional dan komite olimpiade nasional dari beberapa negara menyerukan agar atlet Russia dan Belarusia harus berada di bawah bendera netral dalam kompetisi di Olimpiade Paris 2024. Mereka mengharapkan keputusan itu dibuat sesegera mungkin.

Dalam KTT Olimpiade di Lausanne, Rabu (6/11) perwakilan atlet juga minta kejelasan mengenai masalah ini. Komite Olimpiade Internasional (IOC) masih harus membuat keputusan akhir mengenai atlet dari Russia dan Belarusia boleh ikut Olimpiade Paris atau tidak. Seperti diketahui Belarusia adalah sekutu Russia yang tengah memerangi Ukraina.

IOC telah mengulangi pendiriannya bahwa keputusan akan diambil secepatnya. Atlet kedua negara telah menghadapi sanksi dari banyak cabang olahraga sejak Russia menginvasi Ukraina pada Februari 2022. Namun, selama setahun terakhir sejumlah cabang olahraga Olimpiade telah melonggarkan pembatasan. Hal ini memungkinkan mereka kembali berkompetisi dalam kondisi tertentu.

Di bulan Maret, IOC mencabut larangan langsung terhadap atlet Russia dan Belarusia. IOC mengizinkan mereka berkompetisi sebagai atlet netral alias tidak mendukung konflik Ukraina. Mereka juga tidak boleh memiliki hubungan dengan militer. IOC mengonfirmasi bahwa partisipasi AIN (atlet netral individu) di Olimpiade hanya dapat terjadi di bawah kondisi dan persyaratan ketat.

Baik sistem kualifikasi yang dikembangkan oleh tiap-tiap Federasi Internasional maupun jumlah kuota untuk olahraga, tidak akan diubah untuk AIN dengan paspor Russia atau Belarusia. IOC memberhentikan Komite Olimpiade Russia (ROC) tanggal 12 Oktober karena melanggar integritas teritorial keanggotaan Ukraina dengan mengakui wilayah yang dianeksasi secara ilegal.

ROC telah mengakui organisasi regional dari empat wilayah Ukraina yang dianeksasi sejak invasi Russia dimulai tahun 2022. Komite Olimpiade Russia bulan lalu mengajukan banding terhadap penangguhan itu di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). ben/AFP/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

37 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.