Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dunia Hanya Sisakan Waktu 6 Tahun Menutupi Kesenjangan Emisi

📅 Sabtu, 02 Des 2023, 05:36 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Dunia Hanya Sisakan Waktu 6 Tahun Menutupi Kesenjangan Emisi Doc: KARIM SAHIB/AFP
Ket. Presiden COP-28, Sultan Ahmed Al Jaber

DUBAI - Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa atau Conference of the Parties sesi ke-28 (COP-28), yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, mulai Kamis (30/11), menyita perhatian dunia. Hal itu karena menandai berakhirnya Global Stocktake, yaitu penilaian dua tahun perdana terkait kemajuan kolektif dunia menuju pencapaian tujuan Perjanjian Paris 2015.

Dalam upacara pembukaan, Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB, Simon Stiell, mengatakan pihaknya mengambil berbagai langkah kecil dengan mengupayakan yang terbaik terhadap dampak perubahan iklim.

Simon saat menyampaikan seruan untuk transisi dari bahan bakar fosil ke energi hijau menekankan perlunya keadilan di antara negara-negara terkait hal itu.

"Kita memiliki waktu sekitar enam tahun sebelum kita menguras kemampuan planet ini untuk mengatasi emisi kita, sebelum kita melampaui ambang batas 1,5 derajat Celsius," kata Simon.

Presiden COP-28, Sultan Ahmed Al Jaber, dalam kesempatan itu mengatakan jalan baru dimulai dengan keputusan perihal Global Stocktake, sebuah keputusan ambisius yang mengoreksi arah dan mempercepat aksi menuju 2030.

Dia juga menyerukan kepada pemimpin dunia untuk segera mengambil aksi ambisius terkait Global Stocktake.

"Presidensi ini berkomitmen untuk membuka pendanaan (hijau) guna memastikan Global South (negara di belahan Selatan) tidak harus memilih antara pembangunan dan aksi iklim," kata Al Jaber.

Konferensi yang berlangsung mulai 30 November hingga 12 Desember 2023 itu menyambut lebih dari 70 ribu delegasi dari seluruh dunia, dalam upaya mencari solusi terhadap isu iklim yang sedang dihadapi Bumi dan umat manusia.

Pemangkasan Emisi

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, memandang COP-28 sangat penting untuk mendapatkan kesepakatan global tentang pemangkasan emisi gas rumah kaca di 2030 yang selaras dengan target Paris Agreement dan juga membangun daya lenting (resiliensi) untuk menghadapi kenaikan temperatur dan dampak perubahan iklim.

Sesuai hasil Global Stocktake yang mengevaluasi rencana/komitmen penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) dari seluruh negara yang meratifikasi Paris Agreement, masih ada kekurangan 20 sampai dengan 24 gigaton CO2 untuk mencapai tingkat penurunan emisi yang diperlukan di 2030 untuk membatasi pemanasan global pada 1,5 Celsius.

"Pada pertemuan COP-28 ini diharapkan dibangun komitmen bersama untuk menutup kesenjangan emisi ini," tegas Fabby.

COP-28 juga diharapkan mempercepat pencapaian janji dukungan pendanaan iklim dari negara-negara maju dan membahas kebutuhan pendanaan untuk mengekselarasi aksi iklim setelah 2025, dan juga dukungan untuk adaptasi di negara-negara berkembang dan negara-negara yang ekonominya tertinggal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.