Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kenapa Ada Capres-Cawapres Absen sampai 11 Kali di Event Adu Gagasan?

📅 Jumat, 01 Des 2023, 06:15 WIB | Oleh:
Kenapa Ada Capres-Cawapres Absen sampai 11 Kali di Event Adu Gagasan? Doc: Istimewa
Ket. Airlangga Pribadi Kusman Ph.D

JAKARTA - Politik adu gagasan adalah salah satu momen yang sangat krusial dalam rekruitmen kepemimpinan nasional melalui Pilpres 2024.

Dengan adu gagasan yang terselenggara melalui event-event debat maupun diskusi yang diselenggarakan oleh institusi-institusi masyarakat sipil, publik secara terbuka, transparan dan inklusif dapat mempertanyakan, menyetujui, menyanggah, mendukung dan menolak visi-misi yang ditawarkan oleh para kandidat pasangan Capres-Cawapres.

Dalam politik adu gagasan, akan tampil kualitas dan kompetensi masing-masing pasangan sehingga warga memiliki gambaran kemana masa depan Indonesia akan dibawa dalam arah lima tahun kedepan. Melalui politik adu gagasan, warga memiliki alasan yang jelas saat memilih dalam Pilpres 2024.

Politik adu gagasan juga memiliki peran penting untuk memoderasi agar potensi polarisasi dan pergesekan keras di akar rumput dapat bertransformasi menjadi ruang publik komunikatif dalam membangun demokrasi yang lebih beradab.

Demikian paparan panjang dari Pengamat Politik dari Universitas Airlangga (Unair), Airlangga Pribadi saat diminta pandangannya mengenai arti penting adu gagasan bagi kontetasi Pilpres 2024, Kamis (30/11).

Airlangga menyayangkan, dari berbagai event diskusi yang terselenggara untuk merealisasi politik adu gagasan dalam ranah masyarakat sipil, tercatat setidaknya 11 kali pasangan Prabowo-Gibran absen dalam diskusi dalam rangka adu politik gagasan tersebut. Sementara pasangan Ganjar-Mahfud MD hanya 1 kali absen dan Anies-Muhaimin juga 1 kali absen.

Banyaknya ketidakhadiran dari pasangan Prabowo- Gibran dalam diskusi politik serta adu gagasan diantara pasangan lain dalam diskusi di ruang publik, menurut Airlangga, memperlihatkan kekalahan pikiran dan nalar publik dari pasangan tersebut dihadapan pasangan lainnya dalam proses politik yang tengah bekerja.

"Kekalahan gagasan tersebut memperlihatkan keterbatasan politik gimmick yang diusung oleh Prabowo-Gibran. Politik gimmick yang hanya pada tingkat permukaan tersebut merupakan bagian dari strategi politik komunikasi bercorak manipulatif yang ditawarkan kelompok tersebut ke publik," papar Airlangga.

Dengan asumsi bahwa dengan menawarkan politik joged gemoy, riang gembira dan seterusnya, publik teralihkan dari persoalan-persoalan krusial bangsa saat ini dan masa depan yang membutuhkan kualitas kepemimpinan yang kredibel dan memiliki kualitas tinggi.

Airlangga memaparkan, apabila melihat salah satu konsentrasi para pasangan capres dan cawapres adalah kalangan Millenial dan Gen Zi, politik gimmick dari pasangan Prabowo-Gibran menunjukkan ketidaktepatan anggapan mereka, yang cenderung underestimate terhadap kalangan muda. Pasangan tersebut beranggapan bahwa kaum muda tidak memiliki cara pandang kritis dan mendalam dan mudah dirayu oleh hal-hal yang bersifat permukaan.

"Dengan menggunakan strategi tersebut, mereka berusaha mengalihkan rangkain persoalan yang melekat pada pasangan tersebut seperti dugaan pelanggaran HAM, problem pelanggaran etika berskala berat salam kandidasi Gibran, maupun kekhawatiran mobilisasi aparatur negara untuk mengintervensi pilpres," tandas Airlangga.

Berbeda dengan pandangan di atas, menurut Airlangga, sebetulnya kita bisa menyaksikan kritisisme kaum muda masih begitu kuat dalam politik di Indonesia, terbukti dengan suara-suara kritis terhadap kecenderungan pelemahan demokrasi yang berlangsung dan dikritisi oleh kalangan mahasiswa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.