Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berita Gembira, Tangkapan Nelayan Pandeglang Banten Naik Tajam

📅 Kamis, 30 Nov 2023, 00:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Tangkapan Nelayan Pandeglang Banten Naik Tajam Doc: ANTARA/Mansyur
Ket. Kapal nelayan di Pantai Carita Pandeglang, Banten pada sore hari siap melaut mencari ikan di perairan Pulau Peucang dan Ujung Kulon serta di sekitarnya.

Pandeglang - Berita gembira, Tangkapan nelayan Pandeglang, Banten sejak tiga bulan terakhir ini meningkat tajam hingga 100 persen, sehingga menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat pesisir.

"Kami sekarang sekali melaut bisa menghasilkan sebanyak 300 kilogram ikan dari sebelumnya 150 kilogram," kata Herman (50), seorang nelayan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Carita Pandeglang, Rabu.

Para nelayan pesisir Banten bagian barat kini melimpah, sehingga tangkapan ikan meningkat.

Saat ini, nelayan TPI Carita Pandeglang mencari ikan ke perairan Selat Sunda bagian utara hingga perairan Lampung. Sebab, saat ini nelayan dilarang mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau, karena terjadi erupsi atau letusan Gunung Anak Krakatau dan membahayakan jika mendekati kawasan gunung tersebut.

Kebanyakan peningkatan ikan tangkapan itu jenis ikan tongkol seberat 2 kilogram dan kuwe 2 kilogram per ekor, juga tangkapan gurita, ikan tuna, cakalang, kakap merah, dan lainnya.

"Kami bisa menghasilkan transaksi pelelangan ikan sekitar Rp10 juta dari sebelumnya Rp5 juta. Pendapatan Rp10 juta itu bisa membawa uang ke rumah Rp1 juta setelah dipotong biaya pembelian bahan bakar minyak (BBM)," kata Herman.

Begitu juga nelayan TPI Teluk Labuan, Pandeglang Sarmid (60) mengatakankini bisa memperbaiki rumah dari hasil tangkapan ikan meningkat tajam hingga 100 persen.

Biasanya, tangkapan ikan rata-rata sekitar 100 kilogram, namun kini 200 kilogram.

"Kami selama ini bisa pulang membawa uang setelah transaksi pelelangan Rp1,2 juta dari semula Rp600 ribu," katanya menjelaskan.

Ia mengatakan dirinya bersama nelayan TPI Teluk Labuan melakukan pencarian ikan di sekitar Pulau Peucang, Tanjung Lesung Ujung Kulon hingga Pulau Rakata. Sebab, di perairan itu banyak populasi ikan besar, seperti tongkol, tenggiri, tuna, dan lainnya.

Sebagian besar nelayan Pandeglang merupakan nelayan tradisional dengan menggunakan perahu berkapasitas di bawah 15 gross tonnage (GT).

Apabila dilanda cuaca buruk di perairan Selat Sunda, mereka lebih memilih tidak melaut guna menghindari kecelakaan.

"Kami dan seorang teman waspada dan hati-hati, meski gelombang normal, karena sore hari dilanda hujan deras," katanya pula.

Sementara itu, petugas TPI Teluk Labuan Pandeglang Yanto mengimbau nelayan pesisir perairan Selat Sunda tetap waspada dan penuh hati-hati untuk menghindari kecelakaan laut. Kendati saat inicuaca relatif normal di perairan Selat Sunda bagian selatan dan utara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.