Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Koordinasi soal Pangan Masih Tumpang Tindih

📅 Rabu, 29 Nov 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Koordinasi soal Pangan Masih Tumpang Tindih Doc: Sumber: Global Food Security Index 2022 - KJ/ONES

JAKARTA - Pernyataan pejabat Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang mendorong kolaborasi berbagai pihak, baik kementerian/lembaga, organisasi perangkat daerah, hingga para ahli dan akademisi untuk mengembangkan potensi sumber pangan fungsional dinilai sangat normatif.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Masyhuri, mengatakan pernyataan seperti itu seharusnya tidak keluar dari lembaga baru yang tujuannya memang untuk mengoordinasikan semua lembaga demi amanat UU Pangan.

Menurut Masyhuri, Bapanas semestinya bisa mengidentifikasi langsung apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing lembaga sehingga bisa bersinergi dan tujuan dari ketahanan pangan tercapai sesuai amanat UU Pangan.

"Masalahnya kan memang koordinasi antarlembaga selama ini tumpang tindih, sehingga pengembangan sumber pangan fungsional tadi tidak berjalan. Jadi, jangan dibilang harus koordinasi, tapi koordinasinya seperti apa, detilnya seperti apa, Bapanas harus merinci," kata Masyhuri.

Meskipun diungkapkan bahwa Bapanas mendorong kolaborasi dari berbagai pihak, tanpa mekanisme kolaborasi yang rinci maka implementasi dan pengawasan akan sulit dikerjakan dan dievaluasi. Pada akhirnya, kembali lagi penyelesaian masalah pangan hanya menjadi wacana.

Kata kuncinya, papar Masyhuri, adalah peningkatan produktivitas dan perencanaan yang matang dalam beradaptasi dengan perubahan iklim. Dengan demikian, penyakit pangan nasional yakni gampang sekali impor bisa dikendalikan.

"Impor itu kan harusnya opsi terakhir, nah sekarang kan justru impornya duluan ada, alasan pembenarannya dicari-cari. Kan ini fatal. Kuncinya ya peningkatan produktivitas dengan perencanaan detail dan terinci," papar Masyhuri.

Dalam diskusi ketahanan pangan dan gizi di Jakarta, Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, mengatakan ketahanan pangan dan gizi selalu menjadi isu strategis nasional, karena pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga negara.

"Pemenuhan pangan merupakan hak setiap warga negara yang harus dijamin kuantitas dan kualitasnya, aman dan bergizi untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, aktif, dan produktif," kata Nita.

Salah satu kategori pangan, kata Nita, yang potensial mendukung pencapaian ketahanan pangan dan gizi, yaitu pangan fungsional. Munculnya pangan fungsional itu seiring pergeseran konsumsi pangan masyarakat yang tidak hanya mengedepankan aspek pemenuhan konsumsi pangan semata.

Mereka juga memperhatikan khasiat atau fungsi pangan yang dikonsumsi dan manfaatnya untuk meningkatkan kualitas kesehatan ataupun pengobatan terhadap kondisi kesehatan tertentu.

"Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati terbesar di dunia. Dengan demikian, potensi sumber pangan fungsional cukup besar untuk dikembangkan melalui penelitian, pengkajian, pengolahan, maupun pemanfaatannya," kata Nita.

Bapanas, tambahnya, bekerja sama dengan semua pihak untuk memperkuat ekosistem pangan dari hulu hingga hilir. Kolaborasi adalah kunci utama dalam melakukan upaya tersebut, karena menyelesaikan masalah pangan dan gizi memerlukan komitmen semua elemen masyarakat.

"Kami bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, organisasi perangkat daerah lintas sektor di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, serta melibatkan BUMN dan BUMD Pangan, Satgas Pangan, swasta, asosiasi, civitas akademika, dan para ahli untuk mencapai target pembangunan pangan," kata Nita.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.