Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

SDM Industri Harus Berdaya Saing

📅 Selasa, 28 Nov 2023, 16:40 WIB | Oleh: Tim Redaksi
SDM Industri Harus Berdaya Saing Doc: Istimewa.
Ket. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Masrokhan saat menyampaikan sambutannya di acara wisuda Politeknik STMI Jakarta, Selasa (28/11).

JAKARTA - Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Masrokhan menegaskan persaingan dunia kerja ke depan akan semakin meningkat. Karena itu kualitas SDM industri juga harus meningkat.

Kemenperin katanya menyadari pentingnya peran SDM dalam mewujudkan industri yang tangguh dan berdaya saing sebagai pilar pembangunan. "Untuk itulah, BPSDMI terus memperkuat dan mengembangkan program-program pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menghasilkan SDM yang kompeten dan berdaya saing,"ungkap Masrokhan dalam sambutannya di acara wisuda Politeknik STMI Jakarta, Selasa (28/11).

Kemenperin katanya telah menyiapkan infrastruktur dan sarana prasarana guna melaksanakan program pengembangan SDM Industri melalui 11 Politeknik, 2 Akademi Komunitas, 9 SMK Industri, dan 7 Balai Diklat Industri. Seluruh satuan pendidikan Kemenperin tersebut ditetapkan dengan spesialisasi tertentu di bidang industri, dan telah link and match dengan dunia usaha industri, sehingga diharapkan lulusannya akan memiliki keterampilan spesifik yang mendalam pada bidangnya serta siap kerja.

"Saya melihat tidak hanya di Politeknik STMI Jakarta saja, unit pendidikan vokasi Kemenperin lainnya juga telah menunjukkan kualitas pendidikan vokasi yang baik, dengan tingginya serapan lulusan sejak saat wisuda. Oleh sebab itu, saya mendorong Kepala Satker untuk meningkatkan kapasitas pendidikan di setiap SMK dan Politeknik, agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar pada industri nasional melalui penyediaan tenaga kerja industri kompeten," ucap Masrokhan.

Selain itu, dalam rangka peningkatan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat, saya mendorong BPSDMI untuk melakukan transformasi unit pendidikan menjadi Badan Layanan Umum (BLU). Melalui pengelolaan BLU, akan membuka peluang yang lebih luas bagi setiap Politeknik untuk mengembangkan skema pendanaan dan kerjasama dalam mendukung operasionalisasi dan pengembangan Politeknik guna menyediakan layanan yang lebih luas kepada Masyarakat.

Pola kerja masyarakat di dunia terus berubah seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Disrupsi di berbagai sektor menuntut adaptasi yang cepat dengan munculnya pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan penguasaan keahlian baru. "Untuk itu, saya berpesan kepada seluruh wisudawan agar terus terus melakukan adaptasi dengan perkembangan industri global," ucapnya.

"Kalian akan menjadi bagian dari 19,35 juta tenaga kerja industri manufaktur yang menjadi tulang punggung ekonomi bangsa. Untuk itu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh, kembangkan terus potensi dan kompetensi kalian di dunia kerja, dan jangan lupa selalu membina kerjasama (teamwork) dan jejaring (networking) baik antar sesama alumni maupun dengan masyarakat industri," pesan Masrokhan.

Sebagaimana dilaporkan Direktur Politeknik STMI Jakarta, bahwa dari 385 lulusan yang diwisuda pada hari ini, sebanyak 254 orang atau lebih kurang 66% lulusan sudah bekerja. Capaian ini tentunya menggembirakan, dan saya harapkan dalam waktu tunggu kurang dari 6 bulan semua lulusan dapat terserap 100% dalam dunia kerja. Politeknik STMI Jakarta agar memfasilitasi informasi peluang kerja dan penempatan kerja bagi para lulusannya.

Industri pengolahan merupakan sektor yang berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Tidak saja sebagai penyumbang terbesar terhadap PDB nasional, penerimaan pajak dan cukai, pendapatan devisa ekspor, Industri manufaktur juga memegang peran penting dalam realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja yang mencapai 19,35 juta orang.

Dalam konsep Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2025-2045, Visi Indonesia Emas 2045 adalah menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari 5 kekuatan ekonomi terbesar dunia, dan menjadi bagian dari High Income Country. Industri Pengolahan diharapkan sebagai pilar pembangunan untuk mewujudkan Indonesia Maju 2045 tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPRD Kota Semarang Dukung MPLS Ramah Memperkuat Karakter

28 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...
Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Olahraga
Sinner Juara Wimbledon, Oba...

Pemain Inggris tak Sabar Ingin Hadapi Messi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Pemain Inggris tak Sabar In...

Daya Beli dan Ketahanan Ekonomi Jakarta Terjaga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Daya Beli dan Ketahanan Eko...
Olahraga
Andoni Iraola Bertekad Bang...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.