Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mahasiswa IPB Kembangkan Maggot untuk Pakan Ternak di Balangan

📅 Senin, 27 Nov 2023, 18:09 WIB | Oleh:
Mahasiswa IPB Kembangkan Maggot untuk Pakan Ternak di Balangan Doc: ANTARA/Herlina Lasmianti
Ket. Perwakilan PT Balangan Coal Muhammad Luthfi (kiri) bersama tenaga ahli dari Biomagg Raflie Yushan R serta warga Desa Murung Ilung mencoba mesin pellet bantuan dari program CSR PT Balangan Coal di Balangan, Kalimantan Selatan, Senin (27/11).

BALANGAN - Mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) Jawa Barat bersama PT Balangan Coal mengembangkan budidaya maggot atau ulat untuk pakan ternak ayam di Desa Murung Ilung Kecamatan Paringin Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan.

Mahasiswa IPB Rizky di Balangan, Senin, mengatakan budidaya tersebut berbahan campuran untuk pembuatan pelet pakan ayam.

Rizky menyebutkan bahan dasar terdiri dari limbah penggilingan gandum, dedak, tepung maggot hingga mineral.

"Perbandingannya empat kilogram dedak, empat kilogram pollard dan tujuh kilogram tepung maggot ditambah mineral lainnya menghasilkan sekitar 15 kilogram pellet," kata Rizky.

Bahan campuran tersebut, diungkapkan Rizky, disatukan dan diaduk di dalam wadah atau baskom, selanjutnya adonan itu dimasukkan ke mesin pencetakan.

Mahasiswa IPB lainnya Duta Dhyas Utama mengungkapkan program bernama "One Village One CEO" (OVOC) tersebut melibatkan PT Adaro Energy Indonesia melalui PT Balangan Coal yang memiliki program pemberdayaan masyarakat "Adaro Bina Insan Sejahtera.

IPB melibatkan tenaga ahli dari PT Biomagg Sinergi Internasional Depok Jawa Barat Raflie Yushan R untuk memberikan keterampilan pengembangan budidaya maggot hingga menjadi pelet atau pakan ternak yang dapat dimanfaatkan peternak setempat.

Raflie menjelaskan budidaya maggot harus didukung ketersediaan sampah dengan membentuk mitra sumber sampah.

"Maggot menjadi salah satu pakan alternatif untuk unggas maupun ikan dan budidayanya harus didukung ketersediaan sampah organik," ucap Raflie.

Ia bersama tim mahasiswa IPB pun membantu mencari mitra sumber sampah untuk pasokan sampah organik mulai dari rumah sakit dan rumah makan di Kabupaten Balangan.

Karena produksi sampah organik dari warga belum mencukupi bagi budidaya maggot dan pasokan sampah organik yang dibutuhkan mencapai 150 kilogram per hari.

Salah satu peternak ayam Ahmad Fadilah menuturkan tertarik membudidayakan maggot sebagai pakan alternatif unggas.

"Pelatihan yang dilakukan tim IPB menjadi tambahan wawasan saya untuk mencoba budidaya maggot dengan memanfaatkan sampah organik," ungkap Fadillah.

Saat ini, Fadillah menyebutkan harga pakan ayam semakin meningkat jadi perlu pakan alternatif untuk menekan pengeluaran.

Ia pun mencoba mengajak warga sekitar untuk memilah sampah organik agar bisa dimanfaatkan membudidaya maggot .

Perwakilan PT Balangan Coal Muhammad Lutfi menyebutkan perusahaan menyalurkan program tanggung jawab sosial lingkungan guna mendukung program pengembangan budidaya maggot di Desa Murung Ilung berupa bantuan mesin penggiling sampah dan mesin pembuatan pellet.

"Budidaya maggot di Desa Murung Ilung yang menjadi binaan Balangan Coal menjadi satu upaya pemanfaatan sampah organik," tutur Lutfi.

Ia pun berharap unit usaha ini bisa mengembangkan ekonomi desa dengan adanya pendampingan dari tim IPB. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

39 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

40 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.